Tolak Pasien Corona, RS COVID-19 Pulau Galang Sebut Ada Salah Paham
Nasional

RS tersebut sedianya diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) dan juga anak buah kapal (ABK) serta jamaah tabligh akbar yang baru pulang dari Malaysia.

WowKeren - Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau, menolak pasien positif corona. Tak pelak hal ini pun menjadi sorotan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batam pun menyesalkan kejadian ini. Pasalnya, pasien tersebut diketahui sedang membutuhkan pertolongan dan merupakan rujukan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam.

Adapun alasan pihak RS menolak pasien itu lantaran RS memang tidak menerima pasien umum. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Sumarjadi. RS tersebut diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) dan juga anak buah kapal (ABK) serta jamaah tabligh akbar yang baru pulang dari Malaysia.

"Alasan mereka begitu, bahkan mereka mengaku hanya menerima kasus yang ringan hingga sedang saja," kata Didi dilansir Kompas, Senin (27/4). "Sementara kasus yang berat tidak."


Informasi terkait penolakan pasien dibantah oleh pihak rumah sakit. Direktur RS Khusus Infeksi COVID-19 di Pulau Galang Kol (CKM) Khairul Ihsan Nasution menegaskan jika hal itu terjadi karena kesalahpahaman. Ia menyebut jika ada ketentuan bagi pasien untuk dirujuk ke RS itu.

RS tersebut, baru akan menampung pasien jika rumah sakit rujukan lainnya sudah penuh. Oleh sebab itu, penampungan pasien harus diutamakan ke RS-RS rujukan yang sudah ditunjuk oleh gubernur terlebih dahulu.

"Jika sudah demikian, hal itu wajib kami tampung," kata Khairul. "Sebab rumah sakit yang ditunjuk Gubernur masih banyak, tentunya harus diutamakan rumah sakit rujukan yang ada di daerah tersebut."

Ia menegaskan jika sebelumnya pihak RS telah menerima pasien rujukan. Oleh sebab itu, ia yakin jika isu penolakan pasien yang baru-baru ini menjadi sorotan hanya karena salah paham.

"Lagi pula kami juga sudah melayani tiga pasien yang sebelumnya dirujuk di rumah sakit ini," tegas Khairul. "Jika kami menolak, kenapa tidak dari kemarin? Jadi ini semua hanya miskomunikasi saja terkait SOP yang telah ada."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait