Sejumlah tenaga medis di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara, khawatir aktivitas sejumlah pasien COVID-19 tersebut justru bisa memudahkan terjadinya penularan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 April 2020 - 13:35 WIB
WowKeren - Kelakuan sejumlah pasien positif corona atau COVID-19 yang diisolasi di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Maluku, dikeluhkan oleh para tenaga medis di sana. Bagaimana tidak, para pasien COVID-19 tersebut justru cuek bermain sepak bola di ruang isolasi.
Petugas medis pun khawatir aktivitas tersebut justru bisa memudahkan terjadinya penularan. Para pasien tersebut tidak yakin mereka sungguh terinfeksi corona karena tidak merasakan gejala penularan apa pun.
"Mereka seakan tidak percaya mereka positif karena tidak ada gejala," tutur salah satu tenaga medis dilansir CNN Indonesia pada Rabu (29/4) hari ini. "Padahal ini bahaya bagi mereka sendiri maupun petugas medis terkait penularan."
Tercatat saat ini ada 18 pasien positif COVID-19 yang diisolasi di RSUD Chasan Boesoirie. Aktivitas bermain sepak bola yang dilakukan sejumlah pasien di ruang isolasi tersebut dinilai seolah menyepelekan penyebaran virus corona.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf, lantas menjelaskan bahwa semua pasien dianjurkan untuk berdiam di kamar saat diisolasi. Namun, Alwia menilai para pasien tersebut mengalami stres karena diisolasi dalam waktu yang lama.
"Tapi mungkin (pasien) stres karena berada dalam waktu lama, jadi seperti itu," ungkap Alwia. "Di sinilah butuh pengertian dan kerja sama dari pasien."
Lebih lanjut, Alwia menilai bahwa para pasien seharusnya bisa mengerti jika telah dijelaskan mengenai penyakit yang sangat mudah menular tersebut. Pasien yang tidak mengalami gejala memang kerap merasa dirinya sehat, padahal hasil tes kesehatan menyatakan mereka positif terjangkit corona.
"Ini akan membuat lama masa penyembuhan karena pasien tetap bergaul sesama positif," jelas Alwia. "Padahal kita sangat memerlukan kerja sama dan pengertian dari pasien untuk tetap berada dalam kamar tanpa kontak dengan yang lain karena tidak mungkin kamar digembok dari luar."
Oleh sebab itu, tutur Alwia, dibutuhkan pengertian serta kerja sama dari pasien untuk memudahkan tugas tenaga medis. "Perlu dukungan masyarakat di mana mereka tinggal agar menyemangati jangan berbuat seperti ini karena akan memperlama masa penyembuhan," pungkas Alwia.
(wk/Bert)