Pasien COVID-19 pertama di Indonesia yang kini telah dinyatakan sembuh mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami tekanan batin. Hal ini membuat kondisinya yang saat itu telah membaik jadi drop.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 April 2020 - 16:29 WIB
WowKeren - Pasien virus corona (COVID-19) pertama di Indonesia yang telah dinyatakan sembuh, Sita Tyasutami, membagikan kisahnya menghadapi tekanan psikologis yang sempat ia alami. Saat masih menjadi pasien positif COVID-19, Sita diketahui dirawat di RSPI Sulianti Saroso.
"Saat itu kami sekeluarga, terutama saya merasakan tekanan karena ada syok dan takut sebagai pasien positif," ungkap Sita dalam peluncuran layanan psikologi untuk sehat jiwa (Sejiwa) bersama Kantor Staf Presiden (KSP) pada Rabu (29/4). "Ada tekanan eksternal."
Menurut Sita, tekanan tersebut dipicu oleh identitasnya yang terkuak dan juga rumor yang saat itu beredar mengenai dirinya. Kondisi Sita yang saat itu sudah mulai membaik bahkan sempat drop lagi. Gejala yang awalnya sudah hilang juga sempat muncul kembali.
"Saat itu dengan segala yang memutarbalikkan semua fakta sebenarnya, saya alami tekanan batin luar biasa," jelas Sita. "Sampai gejala tinggal batuk kering saja, di saat semua foto dan identitas saya terkuak, akhirnya fisik drop lagi karena tekanan batin. Semua gejala (corona) yang sudah hilang ada lagi dalam seminggu."
Setelah pulih dan keluar dari rumah sakit, kondisi Sita yang kurang baik ini masih berlangsung. Karena masih mengalami tekanan dari pihak luar, Sita akhirnya memutuskan untuk menghubungi seorang psikolog. Sita bahkan menelepon sang psikolog selama berjam-jam untuk memulihkan pikiran dan batinnya.
"Saat itu yang sangat membantu saya, salah satu psikolog kenalan teman saya," ujar Sita. "Sehari penuh telepon berjam-jam untuk menceritakan pengalaman saya. Dan akhirnya bisa tenang, yang awalnya tensi naik dan tidak bisa bernapas, akhirnya saya bisa tenang lagi."
Sita lantas mengapresiasi KSP yang telah meluncurkan Sejiwa. Sebagai salah satu penyintas COVID-19, Sita menilai layanan psikologi Sejiwa ini bisa membantu para pasien corona yang juga mengalami tekanan mental.
"Jadi saya sangat senang ada layanan resmi psikologi Sehat Jiwa dari pemerintah," pungkas Sita. "Karena sangat penting."
(wk/Bert)