Batal Demo May Day, Buruh Tetap Tuntut Pengusaha Penuhi Hal Ini
Nasional

Buruh membatalkan agenda demonstrasi peringatan hari buruh yang jatuh pada Jumat (1/5) mendatang. Namun mereka tetap menuntut sejumlah hal yang harapannya dapat dikabulkan.

WowKeren - Hari buruh sedianya jatuh pada Jumat (1/5) mendatang. Namun berbeda dengan peringatan hari buruh biasanya, kali ini May Day tak akan dilalui dengan aksi demonstrasi.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku telah membatalkan demo tersebut. Namun tetap ada tuntutan mereka yang siap disuarakan kepada pemerintah, salah satunya terkait pekerjaan di masa pandemi COVID-19.

KSPI mengungkap masih banyak buruh yang harus bekerja aktif di lapangan selama pandemi. Akibatnya tak sedikit pula buruh yang positif terinfeksi virus Corona, bahkan sampai meninggal dunia.

"Sudah banyak yang kena COVID-19 seperti di Denso Indonesia, PT Eds Manufacturing Indonesia (PEMI), kemudian di Jakarta, Yamaha Music," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam konferensi pers, Rabu (29/4). "Itu perusahaan-perusahaan raksasa, sudah pada kena COVID-19 dan meninggal buruhnya."


Oleh karenanya, momentum May Day esok, kendati tak "diwarnai" dengan aksi massa tetap tak menyurutkan niat mereka menyuarakan aspirasi. KSPI dan kaum buruh keseluruhan menuntut pemerintah agar tegas meliburkan para buruh.

Namun ada satu persyaratan yang tetap harus terpenuhi, yakni perihal gaji yang harus dibayarkan penuh demi menjaga kesejahteraan dan daya beli. "Coba dicari solusinya, liburkan buruh dengan dibayar upah penuh dan THR penuh," tegas Said, seperti dikutip dari laman Detik Finance.

Sebelumnya masalah demo ini pun sudah menjadi bahasan panas. Pasalnya para buruh sempat berniat nekat menggelar demo kendati di tengah pandemi COVID-19.

Tetapi Presiden Joko Widodo kemudian dengan tegas menyebut pembahasan RUU Omnibus Law, yang juga menjadi salah satu penyebab demo itu akan digelar, ditangguhkan. Oleh karena itulah buruh kemudian membatalkan agenda demo mereka.

Sedianya ada 3 serikat buruh yang mengoordinir aksi tersebut. Yakni KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait