Alat buatan dokter di Surabaya berikut ini diklaim mampu membunuh segala macam virus termasuk Covid-19 di ruang tertutup. Lalu bagaimana cara kerja alat tersebut?
- Eva Ayu Rahmawati
- Kamis, 30 April 2020 - 11:04 WIB
WowKeren - Sejak virus corona atau Covid-19 menjadi pandemi di berbagai belahan dunia, para ahli maupun peneliti berlomba-lomba untuk menemukan solusi efektif. Tak hanya membuat vaksin maupun obat, banyak pula yang merancang alat demi menghilangkan virus corona.
Kali ini, Dokter Helmi Jakfar menemukan alat yang ia klaim mampu membunuh segala macam virus termasuk Covid-19. Alat yang diberi nama Virus Killer Device buatan dokter asal Surabaya, Jawa Timur tersebut berbentuk mirip pembersih udara. Rupanya Helmi memang membuat alat tersebut untuk dipakai di dalam ruang tertutup.
Helmi mengungkapkan bahwa penyebaran virus corona lebih banyak terjadi di ruang tertutup dan melalui cipratan cairan tubuh atau droplet. Alat buatan Helmi pun diklaim mampu membunuh virus dalam waktu singkat.
Alat Virus Killer Device bekerja dengan menyerap dan membersihkan udara kotor dalam ruangan, lalu mengubahnya menjadi udara segar dan bersih. Udara kotor yang disedot alat tersebut akan disaring dengan sinar ultraviolet berkekuatan 800 mikro joule, yang dilanjut dengan pemberian alkalin untuk memastikan virus mati.
"Enggak perlu satu hari, sepuluh menit saja (virus) sudah mati," ungkap Helmi dilansir Merdeka.com pada Kamis (30/4). "Di kotak itu cuma butuh waktu 0,2 detik untuk bunuh virus. Sebetulnya sederhana tapi tak banyak terpikirkan."
Lebih lanjut, Helmi menyebutkan bahwa alat pembunuh virus buatannya bisa bekerja terus-menerus dan menjaga udara tetap bersih. "Yang penting ini ditempatkan di indoor seperti ruang praktik dokter. Saya juga menyiapkan untuk kapasitas ruang besar, kalau ini cukup untuk ruang 4x5 meter," pungkas Helmi.
Sementara itu, alat pembunuh virus buatan Helmi sudah mulai diproduksi dan disebarkan ke beberapa rumah sakit di Jawa Timur. Helmi juga bekerja sama dengan Bimasakti Group PT Bimasakti Multi Sinergi untuk memproduksi alat pembunuh virus tersebut.
"Alat ini masih kita produksi terbatas belum fabrikasi. Maksimal hanya 30-50 unit, itu pun hanya untuk kepentingan donasi dibagi untuk rumah sakit juga di Pemprov," ujar Didin Noor Ali selaku Direktur Komersial Bimasakti Group PT Bimasakti Multi Sinergi. "Nanti baru akan dipikirkan untuk produk secara massal di Indonesia."
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, bahkan mengapresiasi alat hasil penemuan Helmi. "Kita sangat bangga ada masyarakat Jatim yang punya minat untuk melihat potensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bagaimana alat ini bermanfaat ini yang akan dilihat," ucap Emil.
(wk/evaa)