Selamatkan Ekonomi di Tengah Pandemi, BI dan Pemerintah Diusulkan Cetak Rp 600 Triliun Uang
Getty Images
Nasional

Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah menilai jika skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah untuk menangani pandemi corona tampaknya belum cukup.

WowKeren - Ekonomi Indonesia dibuat babak belur oleh pandemi corona (COVID-19) yang mewabah sejak Maret lalu. Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan ekonomi.

Badan Anggaran DPR RI mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk menyelamatkan ekonomi negara.

Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan jika memang benar pemerintah telah mengambil langkah untuk penanganan. Namun, menurutnya skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya belum cukup.

"Namun melihat besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan," kata Said melalui keterangan tertulis, Kamis (30/4). "Badan Anggaran DPR RI memperkirakan skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya kurang mencukupi."


Ia melanjutkan, hal tersebut didasarkan pada dua hal, yakni ancaman keringnya likuiditas perbankan. Hal ini terjadi lantaran menurunnya kegiatan ekonomi sehingga berdampak pada kemampuan debitur dalam membayar kredit.

Kedua adalah semakin besarnya kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mana kebutuhan ini tidak mudah ditopang oleh pembiayaan utang melalui global bond maupun pinjaman internasional. Oleh sebab itu, Badan Anggaran DPR RI menyarankan kepada Bank Indonesia dan juga pemerintah untuk mencetak uang dengan jumlah Rp 400-600 triliun.

Selama pandemi, Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah mengeluarkan sederet kebijakan ekonomi. Salah satunya meminta jajaran menteri, gubernur, dan wali kota untuk memangkas rencana belanja yang bukan merupakan prioritas dalam APBN.

Begitu juga dengan APBD. Jokowi meminta agar pemimpin daerah melakukan realokasi anggaran untuk difokuskan pada penanganan corona.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin ketersediaan bahan pokok. Dan juga menjaga daya beli masyarakat. "Bantu para buruh, pekerja harian, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro dan kecil agar daya belinya terjaga," ujar Jokowi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait