Kemendag memastikan stok impor gula pasir akan masuk ke Indonesia secara bertahap pada bulan Mei mendatang. Pasalnya, sejumlah wilayah saat ini tengah mengalami kelangkaan gula pasir.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 April 2020 - 14:44 WIB
WowKeren - Pasokan gula pasir di sejumlah daerah masih kerap dijumpai saat ini. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan bahwa impor gula akan mulai masuk ke Tanah Air pada Mei mendatang.
Ia bahkan mengatakan bahwa kuota impor gula konsumsi ditambah sebanyak 550 ribu ton. "Penugasan (impor gula) terhadap BUMN (Badan Usaha Milik Negara) diperkirakan masuk pada pertengahan Mei, bisa lebih awal," ujarnya dalam konferensi pers usai meninjau ketersediaan bahan pokok di Pasar Kramat Jati, di Jakarta, pada Rabu, (29/4). "Yang lain masuk di Mei."
Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa gula impor akan mulai masuk secara bertahap pekan depan. Demi memastikan distribusinya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan kesepakatan dengan para distributor dan asosiasi.
"Kita pantau (prosesnya) setiap hari," terangnya. "Sekarang stok gula mulai masuk dan kebutuhan daerah segera kita penuhi sesuai kebutuhan daerah masing-masing."
Kemendag sendiri telah mengeluarkan surat perizinan impor untuk tiga perusahaan BUMN yang akan memasok gula dari luar negeri tersebut. Pertama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), kedua PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan ketiga Perusahaan Umum Bulog.
Hal ini dilakukan demi menanggapi keluhan sulitnya impor gula karena terdapat beberapa negara yang memberlakukan lockdown. "Harusnya bulan ini musim giling tapi mundur sampai Juni, makanya gula langka tapi sudah diantisipasi," ujar Agus.
Sementara itu, kelangkaan gula di sejumlah daerah terjadi lantaran naiknya permintaan jelang lebaran, mundurnya musim giling, serta adanya pandemi corona. "Situasi ini tidak terjadi sebelumnya, tapi kita harus lawan COVID-19, sehingga bisa punya keyakinan dan kekuatan mengatasi, terutama pelaku usaha perlu antisipasi penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga pengiriman barang tetap jalan," tutupnya.
(wk/nidy)