Presiden Jokowi Disindir Cuma Pencitraan Usai Blusukan Bagikan Sembako di Tengah Covid-19
Getty Images
Nasional

Aksi Presiden Jokowi blusukan bagi-bagi sembako ke gang-gang banyak mendapat kritikan dan dinilai hanya sebagai pencitraan. Beberapa politisi menilai Jokowi tak perlu melakukan hal ini, terlebih di tengah Covid-19.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat beberapa kali melakukan kegiatan bagi-bagi sembako untuk warga di tengah pandemi virus Corona. Setelah sempat viral membagikan sembako di jalan untuk ojol, kini Presiden Jokowi kembali membagi sembako kepada warga. Namun kali ini, ia mendatangi langsung rumah warga di kawasan Bogor dan menyerahkan bantuan sembako tersebut.

Siapa sangka aksi blusukan Jokowi tersebut malah dinilai hanya bagian dari pencitraan karena seharusnya urusan membagikan sembako tak perlu dilakukan langsung oleh presiden, apalagi di tengah wabah Corona. Bahkan, Waketum Gerindra Fadli Zon menilai apa yang dilakukan Jokowi tak menjawab masalah substansial di masyarakat. Sebab, masalah ekonomi tak hanya dialami oleh masyarakat di gang yang dikunjungi Jokowi saja.

"Persoalannya rakyat terdampak bukan hanya di gang itu, atau di RT itu atau di RW itu, tapi luas sekali. Presiden buatlah keputusan dan kebijakan yang menjangkau semua. Adil dan merata. Blusukan ke salah satu gang dari puluhan ribuan gang di Jawa terkesan sekadar pencitraan," kata Fadli dilansir dari Kumparan, Sabtu (2/5).

Hal senada juga dilontarkan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto. Menurutnya, daripada blusukan lebih baik Jokowi memastikan seluruh bantuan pemerintah disalurkan tepat sasaran. Pasalnya, masyarakat lebih membutuhkan bantuan yang benar-benar sampai ke tangan mereka ketimbang kungjungan Presiden Jokowi.

"Yang paling penting sekarang Pak Jokowi pastikan dari hulu sampai hilir semua kebijakan itu benar-benar dilaksanakan dan semua bansos itu sampai kepada yang berhak. Itu jauh lebih penting," ucap Yandri.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga menyarankan agar Jokowi lebih baik fokus memperbaiki manajemen pembagian bantuan selama wabah COVID-19. Sebab, ia menilai, manajemen bansos masih berantakan. Menurutnya, jika Presiden Jokowi membenahi struktur besarnya, maka masalah-masalah kecil sudah pasti akan terkendali.


"Urus dulu manajemen sembako yang amburadul manfaatnya bagi ratusan juta jiwa, Pak. Rumus dalam manajemen, kerjakan pekerjaan besar, maka pekerjaan kecil akan selesai dengan sendirinya," tutur Mardani.

Di sisi lain, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku paham dengan keinginan Jokowi ikut membagikan sembako secara langsung. Namun, seharusnya hal tersebut tidak dilakukan karena interaksi langsung bisa berisiko.

"Interaksi dan kontak langsung sebaiknya kan dihindari, terutama oleh presiden. Sebab, virus Corona ini bisa juga menyerang mereka yang OTG (orang tanpa gejala). Kelihatan sehat, tetapi ternyata sudah terinfeksi," kata Saleh.

Melihat banyaknya kritikan yang dilontarkan untuk Presiden Jokowi, PDIP selaku partai yang menaungi memberikan pembelaan untuk kadernya itu. Menurut politikus PDIP Arteria Dahlan, aksi blusukan adalah gaya khas Jokowi yang sudah lama melekat. Ia bahkan membandingkan Jokowi dengan kisah sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab.

"Kalau dalam perspektif keislaman, kita punya gaya kepemimpinan egaliter sebagaimana telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Tidak bermaksud menyamakan, tapi ada kemiripan-kemiripan dalam hal kepemimpinan mereka," ucap Arteria.

Arteria juga menilai, blusukan Jokowi memberikan pesan jika negara hadir di tengah masyarakat. Bahkan, dengan turun langsung ke lapangan, Jokowi bisa menilai kondisi riil dan kebutuhan masyarakat, serta memastikan program jaring pengaman sosial sudah terlaksana.

"Ini bukan pencitraan, akan tetapi lebih pada gaya kepemimpinan Pak Jokowi," tegasnya.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait