Saat ini Indonesia tak hanya mewaspadai pandemi virus corona. Pasalnya, angka kasus DBD di Tanah Air telah mencapai 49.931 kasus dimana anak-anak turut menyumbang angka yang cukup besar.
- Nidya Putri
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 12:51 WIB
WowKeren - Pandemi corona memang menjadi fokus Pemerintah Indonesia saat ini. Pasalnya, hingga Jumat (1/5) kemaren total orang yang positif terinfeksi di Tanah Air telah mencapai 10.551 pasien.
Namun, corona bukanlah satu-satunya yang harus diwaspadai masyarakat. Karena menurut data sebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia sudah mencapai 49.931 kasus. Data tersebut adalah angka akumulasi dari kasus yang terjadi sejak Januari hingga 30 April 2020 dari seluruh wilayah di Indonesia.
Data tersebut diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Bahkan angka kematian akibat DBD saat ini telah mencapai 314 orang.
"Sampai saat ini, masih bisa ditangani (pasien DBD), hanya perlu kewaspadaan kita bersama juga masyarakat, apalagi saat ini warga banyak di rumah," kata Nadia dilansir Kompas, Sabtu (2/5).
Tak hanya itu, angka tersebut juga menunjukkan bahwa kasus DBD pada anak-anak memiliki porsi yang tinggi, termasuk tingkat kematian. Apalagi kondisi anak-anak memang rentan terhadap virus dengue tersebut. "Mungkin karena sekarang banyak di rumah, dan memang DBD rentan pada usia anak-anak," katanya.
Selain kondisi yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah dan daya tubuh yang rentan terinfeksi, ketidak disiplinan dalam mengelola kebersihan lingkungan menjadi faktor lainnya kasus DBD pada anak ini meningkat.
Nadia menilai bahwa banyaknya warga yang berada di rumah karena wabah COVID-19 saat ini membuat pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan masyarakat kurang optimal. "Sehingga kasus DBD kadang-kadang banyak, bahkan menimbulkan kejadian luar biasa," ujarnya.
Oleh sebab itu, Nadia juga mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan akan DBD di tengah pandemi COVID-19. Ia juga menambahkan untuk waspada terhadap penyakit lain yang juga berpotensi di tengah perubahan cuaca di saat ini.
Adapun berikut ini yang merupakan distribusi kasus infeksi dan kematian DBD per kelompok umur di Indonesia:
- Usia di bawah satu tahun, jumlah kasusnya mencapai 5 persen dengan angka kematian mencapai 13 persen.
- Usia 1-4 tahun, jumlah kasusnya mencapai 20 persen dengan angka kematian mencapai 27 persen.
- Usia 5-14 tahun, jumlah kasus mencapai 29 persen dengan angka kematian mencapai 35 persen.
- Usia 15-44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 35 persen dengan angka kematian mencapai 14 persen.
- Usia di atas 44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 11 persen dengan angka kematian mencapai 11 persen.