Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) saat PSBB tidak berkurang banyak jika dibandingkan dengan situasi biasanya.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 18:36 WIB
WowKeren - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan di Surabaya Raya mulai Selasa (28/4) lalu. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur dan Surabaya, Sidoarjo serta Gresik sendiri telah menggelar rapat evaluasi PSBB pada Jumat (1/5) kemarin.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) saat PSBB tidak berkurang banyak jika dibandingkan dengan situasi biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan serta mobilisasi masyarakat di Surabaya Raya masih tinggi. Oleh sebab itu, Pemprov akan lebih represif terhadap para pelanggar PSBB.
"Keputusan dari rapat tadi, kita akan sedikit lebih represif," jelas Heru di Gedung Negara Grahadi. "Yang berboncengan diturunkan di situ, yang tidak pakai masker dikembalikan, yang kendaraan roda empat penumpangnya satu baris harus satu orang."
Lebih lanjut, Heru juga mengungkapkan bahwa para pengendara yang didapati bersuhu tubuh di atas rata-rata akan langsung dilarikan ke rumah sakit rujukan terdekat. Khusus untuk wilayah Surabaya, pengendara yang ditemukan bersuhu tubuh tinggi akan langsung dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur.
"Apabila dites temperatur panas, dibawa ke rumah sakit rujukan terdekat. Pak dokter Kohar sudah koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk membawa ke rumah sakit terdekat," terang Heru. "Kalau yang di Surabaya langsung dibawa ke RSJ Menur. Jadi begitu panas di atas 38 derajat langsung dibawa ke RSJ Menur. Yang Gresik dan Sidoarjo juga begitu diantar oleh tanggung jawab masing-masing kabupaten/kota."
Selain itu, Heru juga menjelaskan bahwa seluruh fasilitas umum juga ditutup selama pelaksanaan PSBB ini. Protokol kesehatan pun juga turut diterapkan.
"Tadi Kasatpol PP Surabaya sudah menyampaikan bahwa seluruh fasilitas umum ditutup, mal juga begitu hanya berjualan kebutuhan obat dan kebutuhan makanan," ujar mantan Bupati Tulungagung tersebut. "Pasar juga begitu, sudah banyak yang akan ditutup."
Pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya ini digalakkan agar dapat menunjukkan hasil yang maksimal. Diketahui, PSBB ini akan berlaku selama 14 hari.
"Selain, pemberlakuan jam malam, kita terus operasi menyisir warung-warung yang masih bandel. Prinsipnya hari ini akan lebih represif lagi yang kita lakukan karena bagaimana pun juga ibu gubernur sudah membantu seluruh kab/kota untuk mencukupi kebutuhan warga miskin yang tidak terdaftar dari data-data yang lain," pungkasnya. "Oleh sebab itu sekali lagi kalau ini 14 hari kita masih tetap seperti kemarin, maka hasilnya tidak akan signifikan. Maka dari itu besok mulai kita lakukan dan malam ini mulai kita lakukan jam malam melakukan operasi. Apabila ada warung yang masih buka langsung ditutup."
(wk/Bert)