Djoko Santoso diketahui menjabat sebagai Panglima TNI pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Djoko juga merupakan Ketua BPN Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Mei 2020 - 11:16 WIB
WowKeren - Mantan Panglima TNI Djoko Santoso dilaporkan tengah berada dalam kondisi kritis dan kini tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kesehatan Djoko menurun usai ia menjalani operasi pendarahan otak.
Kondisi kesehatan Djoko tersebut dikonfirmasi oleh anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman. "Kemarin beliau memang operasi pendarahan, kami enggak tahu kondisi terkini. Mohon doanya saja semoga beliau bisa segera pulih seperti sediakala," jelas Habiburokhman dilansir Kumparan pada Senin (4/5).
Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta Husni Thamrin mengungkapkan bahwa operasi Djoko telah berjalan lancar. Thamrin juga menyampaikan instruksi Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik kepada keluarga besar seluruh kader Gerindra DKI untuk kesembuhan dan kesehatan purnawirawan TNI tersebut.
"Alhamdulillah, operasi selesai dan lancar, dan sudah kembali ke ruang istirahat," tutur Thamrin. "Dimohon seluruh jajaran Pengurus DPD, DPC, PAC dan Ranting-ranting Gerindra DKI untuk mendoa-kan kesembuhan Bapak Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso yang saat ini sedang menjalani perawatan. Semoga bulan Ramadhan ini dapat membawa berkah terhadap pemulihan dan kesehatan beliau cepat membaik."
Sebagai informasi, Djoko menjabat sebagai Panglima TNI pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menduduki kursi Panglima TNI sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.
Setelah pensiun dari dunia militer, Djoko pun terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Gerindra pada 2015. Dalam partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut, Djoko masuk ke dalam struktur Dewan Pembina.
Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Djoko dipercaya menjadi Ketua Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo- Sandiaga Uno. Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Edhy Prabowo, Prabowo lah yang meminta Djoko untuk menjadi Ketua BPN.
Menurut Sandiaga, Djoko ditunjuk sebagai Ketua BPN karena memiliki rekam jejak sebagai Panglima TNI. Djoko juga diharap dapat membuat Pilpres berjalan dengan damai.
"Tadi yang disampaikan ke saya, Pak Djoko punya rekam jejak jelas," terang Sandiaga pada 2018 silam. "Pernah jadi Panglima TNI dan beliau berkomitmen terhadap keutuhan bangsa NKRI dan keutuhan yang berlandaskan keberagaman dan satu toleransi harmoni yang ingin kita bangun agar Pilpres ini saling rangkul."
(wk/Bert)