Kisah Nakes Wisma Atlet Yang Puasa di Tengah Corona, Baru Bisa Berbuka Setelah Jam 8
SerbaSerbi

Dokter Falla Adinda membagikan pengalamannya selama bertugas di RS Darurat Wisma Atlet. Salah satunya ketika para tenaga medis harus bekerja sembari menjalankan ibadah puasa.

WowKeren - Wisma Atlet Kemayoran menjadi salah satu fasilitas yang dijadikan rumah sakit darurat untuk pasien terinfeksi virus Corona. Tenaga medis dari berbagai daerah, begitu pula para relawan, dikerahkan untuk bertugas di sana.

Baru-baru ini seorang tenaga medis yang bertugas di Wisma Atlet pun membagikan pengalamannya. Termasuk diantaranya ketika tenaga medis seperti dirinya harus menjalani ibadah puasa di tengah padatnya jadwal dan aktivitas sebagai dokter garda terdepan dalam merawat pasien COVID-19.

Dokter Falla Adinda yang juga merupakan influencer di sosial media mengaku sudah sebulan belakangan bertugas sebagai tenaga medis di Wisma Atlet. Tenaga medis di sana dibagi dalam 3 shift, dengan jackpot terbesar dirasakan oleh shift 2.

"Jam kerja kalau untuk nakes terbagi 3 shift, yang pertama jam 02.30 pagi sampai 11.30 siang," jelas Falla pada Minggu (3/5). "Lalu shift ke dua jam 11.30 sampai 7 malam. Dan shift ke tiga jam 7 malam sampai 02.30."


Itu hanya jam kerja murni. Padahal diperlukan waktu setidaknya satu jam untuk memasang dan melepas alat pelindung diri (APD) yang menjadi perisai mereka dalam bertugas.

"Itu kan jam kerjanya, untuk bisa melepas dan memasangkan APD (alat pelindung diri) sendiri kira-kira dibutuhkan waktu 1 jam," jelas Falla, seperti dilansir dari Detik Health. "Jadi bagi yang puasa at least mereka baru bisa berbuka jam 8 malam."

Falla yang mulai bertugas di Wisma Atlet sejak akhir April 2020 kemarin dikontrak selama sebulan. Selama rentang waktu itu, tenaga medis yang bertugas tak diperkenankan untuk pulang karena termasuk wilayah red zone COVID-19.

Bila sudah menjalani masa kontrak selama sebulan, barulah para tenaga medis dan relawan akan dipulangkan. Namun sebelumnya mereka harus menjalani tes terlebih dahulu, baik rapid maupun swab test untuk memastikan apakah tertular virus atau tidak.

"Kami akan melakukan pengecekan baik itu rapid test atau swab test, jika hasilnya negatif baru kita bisa kembali ke rumah. Ketika sudah dipulangkan dari wisma atlet, kami akan mendapatkan keterangan surat sehat dari sini," terang Falla.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!