Surabaya sudah seminggu memberlakukan PSBB untuk menekan angka penyebaran virus corona (COVID-19). Namun sejumlah pengendara motor yang melintas di jalan utama masih melakukan pelanggaran.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Senin, 04 Mei 2020 - 17:47 WIB
WowKeren - Surabaya Raya telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 28 April hingga 14 hari ke depan yakni sampai 11 Mei 2020 mendatang. Memasuki hari ke-7 PSBB, arus lalu lintas check point Bundaran Waru terpantau lancar meski banyak kendaraan yang masuk ke Surabaya.
"Cukup padat pada hari ketujuh. Sepertinya orang-orang masih beraktivitas. Tapi tidak sepadat hari Senin kemarin," ujar Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru pada Senin (4/5) seperti dilansir dari DetikNews. "Jadi kesimpulannya pergerakan atau aktivitas di dalam kota masih ada. Rata-rata mereka bawa surat tugas semua untuk bekerja."
Sejauh ini Tundjung mengungkap masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh para pemakai jalan saat PSBB. Seperti halnya tidak mengunakan masker hingga kendaraan yang melebihi kapasitas anjuran sebanyak 50 persen.
"Untuk pelanggarannya masih ada. Tapi tidak terlalu banyak. Yang tidak pakai masker sedikit sekali," jelas Tundjung. "Yang sulit terdekteksi adalah tujuannya yang tidak jelas. Karena kita untuk memeriksa semua yang masuk itu akan menimbulkan antrean panjang. Jadi selektif saja, yang kelihat mencurigakan diberhentikan."
Menurut keterangan, petugas Dishub dan polisi terlihat berlari sampai berteriak saat mendapati pengendara motor yang tidak mengenakan masker di jalan. Mereka pun langsung diberhentikan dan diminta untuk menggunakan masker, sedangkan yang tidak punya diputar balikkan. Untuk diketahui saat ini di jlaur Ahmad Yani sudah dipasang otomatis untuk lajur mobil sehingga membuat laju kendaraan menjadi melambat.
(wk/tria)