Dian Sastro menceritakan momen berkesan saat melanggar lalu lintas yang ternyata berujung pada perkenalan dengan cowok beda sekolah. Hal itu terungkap saat Dian ngobrol dalam Instagram live.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 05 Mei 2020 - 03:00 WIB
WowKeren - Akris cantik Dian Sastro berbagi pengalaman seru dan berkesan selama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Diketahui, pemain film "Aruna dan Lidahnya" ini menghabiskan masa putih abu-abu di SMA Tarakanita 1, Jakarta. Cerita SMA Dian terungkap saat melakukan Instagram live bersama @indorunners, Reza Puspo pada Minggu (3/5) lalu.
Rupanya Dian pernah ditilang polisi gara-gara klakson. Usut punya usut kala itu berawal saat Dian kabur bersama teman-temannya di jam sekolah. Ia menyetir mobil dan konvoi dengan mobil teman lainnya. Mereka hendak menuju sekolah lain, SMA Pangudi Luhur.
Saat perjalanan, Dian hendak berkomunikasi dengan teman-teman lainnya yang kemudian ia akhirnya membunyikan klakson mobilnya dengan kencang. "Karena gue klakson-klakson heboh histeris di lampu merah, tiba-tiba ada seorang polisi dengan motornya nilang gue di tempat," kata Dian seperti dilansir dari Kompas.
Dian dinilai melanggar etika berlalu lintas menurut polisi. "Gue ditanya, diminta SIM, KTP, 'Kenapa kamu klakson-klakson? Saya mau kasih tahu kamu ya dek, ini tidak etis, tidak sopan secara etika lalu lintas'," ujar Dian menirukan kalimat polisi kala itu.
Saat tertunduk malu di bangku mobil karena diciduk polisi, ratusan murid Sekolah Pangudi Luhur menghampiri mobil Dian untuk mencari tahu yang sedang terjadi. "Gue enggak bisa ngelihat tembus kaca, karena kaca itu terhalang oleh anak-anak PL. Sinar matahari terhalang. Jadi tahu kan seberapa padatnya itu," cerita Dian.
Namun di antara kerumunan murid beda sekolah, ada seorang cowok yang mendekati kaca mobilnya. Ternyata cowok itu malah memanfaatkan kesempatan untuk berkenalan dengan Dian.
"Yang paling gila, pecah banget adalah, gue lagi diinterogasi sama si polisi di kursi sopir buka jendela begitu, tiba-tiba ada salah satu anak PL gue enggak tahu namanya siapa. 'Sebentar, Pak, sebentar saya mau ngomong'," kata Dian mengulangi kalimat si cowok.
"'Permisi, boleh kenalan enggak?' Gitu, mati enggak lu. Gue kayak 'Aduuuuh'. Di depan polisinya, gue lagi ditilang aduhhh," ujar Dian heboh seraya memegang kepalanya.
Setelah ditilang dan diajak kenalan, Dian mempunyai kenangan unik lainnya. Sekitar tahun 1990-an, ada tradisi perjodohan antara murid Sekolah Tarakanita 1 dan Pangudi Luhur.
Dari cerita tersebut terungkap belum ada murid PL yang menjadi pacar Dian Sastro. "Iya, enggak ada lho yang berani dekati gue. Beneran nembak tuh enggak ada loh," kata Dian Sastro heran.
Lalu Dian teringat ada sekelompok murid PL yang bertamu ke rumahnya untuk pendekatan. "Ada yang datang ke rumah ramai- ramai 20 orang. Jadi pas gue kelas satu (SMA), angkatan di atas gue, angkatan '99 datang tuh," ujar Dian.
Namun, siswa-siswa yang masih mengenakan seragam sekolah itu datang dengan berjalan kikuk. "Yang punya motif mau dekati beneran enggak tahu yang mana. Jadi gue kayak, 'Oke baiklah mau minum apa?', terus lama gitu berjam-jam. Terus intinya gue apa didatangi ke rumah pakai seragam semua," tutur Dian yang masih bingung.
(wk/tria)