Sejumlah bisnis di bidang pariwisata dibuat porak-poranda oleh pandemi virus Corona. Termasuk diantaranya startup Airy Rooms yang akan berhenti beroperasi mulai akhir Mei 2020 mendatang.
- Elvariza Opita
- Jumat, 08 Mei 2020 - 15:49 WIB
WowKeren - Kejamnya wabah Corona dalam membuat porak-poranda kehidupan sudah mulai terlihat jelas. Tak hanya berdampak di aspek kesehatan, sektor perekonomian pun dibuat hancur lebur oleh penyakit tersebut.
Salah satunya adalah bidang pariwisata yang kebanyakan tak bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi COVID-19. Yang terbaur, startup agregator hotel melati Airy Rooms yang dilaporkan siap menghentikan operasionalnya pada akhir Mei 2020.
Dilansir dari Tech in Asia, rencana penghentian operasi Airy Rooms ini terungkap pasca surel kepada para rekannya terbongkar. Dalam surel itu, Airy Rooms menghentikan kerja samanya dengan para rekan setelah mereka memutuskan untuk menghentikan senua operasinya secara permanen.
Airy Rooms menyebut pandemi COVID-19 lah yang menjadi faktor utama di balik keputusan penghentian operasional ini. Apalagi sektor pariwisata benar-benar dibuat terguncang lantaran masyarakat yang pergerakannya pun sangat dibatasi di tengah pandemi Corona seperti saat ini.
"Kami sudah berusaha untuk melakukan upaya terbaik untuk mengatasi dampak dari bencana ini," ujar Airy Rooms dalam keterangan resminya via surel tersebut. "Bagaimanapun, mengingat penurunan bisnis yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki, kami memutuskan untuk menghentikan bisnis secara permanen."
Sebelumnya CEO Airy Rooms, Louis Alfonso Kodoatie, mengaku masih optimis startup-nya itu bisa bertahan kendati dihantam pandemi COVID-19. Ia pun mempertimbangkan opsi untuk mengubah arah bisnisnya demi mengurangi dampak pandemi.
"Kami optimis kalau pandemi ini akan segera berakhir dan industri pariwisata akan pulih," ujar Louis pada awal Maret lalu, seperti dilansir dari Detik Travel, Jumat (8/5). "Dengan teknologi dan kualitas layanan yang tepat, kami yakin Airy bisa pulih dengan cepat dan memulihkan bisnis seperti sedia kala."
Namun optimistis ini ternyata tak berjalan sesuai realitas di lapangan. Sebab pada akhir April 2020 lalu Airy Rooms dilaporkan merumahkan sekitar 70 persen pegawainya.
Sebagai informasi, Airy Rooms atau Airy merupakan startup yang didirikan pada 2015. Bisnis yang bergerak di bidang agregator hotel melati itu memiliki ribuan jaringan properti dengan 30 ribu kamar. Airy sendiri merupakan rekan dari startup Traveloka.
(wk/elva)