Korea Utara Sebut Latihan Militer Korsel Adalah Provokasi Besar, Singgung Soal Musuh Sepanjang Masa
AFP
Dunia

Korut menyebut latihan militer oleh Komando Tempur Udara Angkatan Udara Republik Korsel (ROKAF) telah melanggar perjanjian antara kedua negara yang bertujuan mengurangi ketegangan militer.

WowKeren - Latihan militer Korea Selatan baru-baru ini rupanya dinilai sebagai bentuk provokasi besar oleh militer Korea Utara. Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan militer Korea Utara pada hari Jumat (8/5), berdasarkan sebuah pernyataan yang dilansir Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA).

"Latihan militer baru-baru ini berfungsi sebagai kesempatan yang membangkitkan kita sekali lagi pada kenyataan bahwa musuh tetap musuh sepanjang masa," tulis pernyataan itu, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (9/5).

Kecaman Korea Utara merujuk pada latihan militer oleh Komando Tempur Udara Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) pada hari Rabu lalu, dan mengatakan latihan tersebut melanggar perjanjian antara kedua negara yang bertujuan mengurangi ketegangan militer. "Semuanya sekarang akan kembali ke titik awal sebelum pertemuan puncak utara-selatan pada tahun 2018," lanjut pernyataan itu.

Di sisi lain, pekan lalu ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan juga terjadi lantaran kedua negara saling melepas tembakan di zona demiliterisasi. Militer Korea Utara dilaporkan menjadi pihak pertama yang meletuskan tembakan ke arah Selatan Zona Demiliterisasi. Aksi ini lantas mendorong Korea Selatan untuk membalasnya.


Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, KCNA menyebutkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengirim pesan pribadi kepada pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, berisi ucapan selamat atas keberhasilan negeri Tirai Bambu itu dalam mengendalikan virus corona.

"Kim Jong Un dalam pesannya menyampaikan salam hangatnya kepada Xi Jinping dan memberi selamat kepadanya, menyatakan sangat menghargai bahwa Xi Jinping mengambil peluang kemenangan dalam perang melawan epidemi yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis KCNA.

Kim berharap kesehatan Xi Jinping dalam keadaan baik, kata laporan KCNA yang juga menyebutkan bahwa hubungan antara Pyongyang dan Beijing "terkonsolidasi dengan kuat".

Di Beijing pada hari Jumat (8/5), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan Tiongkok dan Korea Utara adalah tetangga yang bersahabat dan selalu berkomunikasi erat dalam mengontrol epidemi COVID-19. Dia mengatakan dia tidak perlu memperbarui dengan menanggapi pertanyaan apakah Xi akan mengirim balasan kepada Kim.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait