Peneliti dari Hong Kong baru-baru ini menemukan kombinasi 3 obat keras yang berdampak positif bagi kesembuhan pasien positif COVID-19. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 09 Mei 2020 - 20:58 WIB
WowKeren - Berbagai penelitian untuk mengentaskan pandemi virus Corona terus dilakukan. Tak hanya mencari vaksin, metode pengobatan lain yang sekiranya bisa menyembuhkan COVID-19 juga terus diteliti.
Kekinian peneliti menemukan ada 3 obat keras yang disebut-sebut mujarab untuk mengatasi COVID-19. Namun tak berdiri sendiri, ketiga obat ini harus dikombinasikan agar menjadi lawan ampuh bagi virus Corona.
Dikutip dari studi yang dipublikasikan Lancet pada Jumat (8/5) kemarin, peneliti dari Hong Kong menemukan kombinasi racikan sempurna untuk mengobati Corona. Lantas obat-obat apakah yang dimaksud?
Dilansir dari ABC News, ketiga obat itu adalah Interferon Beta 1B yang biasa dipakai mengobati multiple sclerosis dan Lopinavir-Ritonavir yang merupakan antivirus untuk mengatasi pasien terinfeksi HIV. Selain itu ada Ribavirin yang biasa digunakan untuk mengobati hepatitis C.
Para peneliti membagi 120 pasien di 6 rumah sakit Hong Kong ke dalam dua kelompok berbeda. Persamaan ke-120 pasien ini adalah sesama pasien positif COVID-19 dengan gejala klinis ringan dan sedang.
Salah satu kelompok diberikan obat dengan kombinasi ketiga senyawa tersebut. Sedangkan kelompok yang lain diberi kombinasi Lopinavir-Ritonavir yang sebelumnya sudah kerap dipakai untuk mengobati pasien COVID-19.
Hasilnya, kelompok dengan kombinasi 3 obat dikonfirmasi positif 5 hari lebih cepat ketimbang yang lain. Selain itu gejala klinis yang mereka alami juga sembuh lebih cepat.
Namun hasil ini masih harus diteliti lebih jauh. Sebab para ilmuwan tak memungkiri hasil menakjubkan ini juga dipengaruhi pemberian obat yang sesegera mungkin.
"Hal terpenting dalam mengobati penyakit oleh infeksi virus adalah seberapa cepat Anda dirawat," ujar Dr. David Bernstein, pakar hepatologi dari Sandra Atlas Bass Center for Liver Diseases di Pusat Kesehatan Northwell. "Kalau penyakit itu tidak segera ditangani, Anda mungkin sudah kehilangan momentum dan harus melawan komplikasi yang timbul."
Namun yang menjadi perhatian utama, kombinasi ketiga obat ini bahkan tak memberikan efek negatif kecuali diare ringan. "(Hal ini patut diapresiasi) karena pasien biasanya tak bisa menoleransi pengobatan keras seperti ini," ujar Dr. Nathan Erdmann, asisten profesor di bidang penyakit menular Universitas Alabama, Birmingham.
(wk/elva)