Terguncang Corona, Pariwisata Dunia Diprediksi Bisa Bangkit Lebih Cepat
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Masih terguncang dengan pandemi virus corona, pariwisata dunia diprediksi akan mulai bangkit dan kembali mulai menunjukkan tajinya dalam waktu yang lebih cepat.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah membuat ekonomi dunia menjadi terpuruk. Berbagai sektor turut mengalami imbas kerugian yang cukup besar akibat wabah ini, salah satunya adalah sektor pariwisata.

Berdasarkan data dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), jumlah kunjungan wisatawan di dunia bahkan berpotensi turun 60 hingga 80 persen pada tahun 2020. Hal ini berkaca pada kebijakan sejumlah negara dalam mengatasi pandemi virus corona, salah satunya adalah lockdown.


Kebijakan itu juga disertai dengan pembatasan perjalanan serta penutupan bandara dan perbatasan negara untuk mengekang penyebaran virus corona. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyatakan jika kebijakan tersebut telah menjerumuskan pariwisata internasional ke dalam krisis terburuk sejak pencatatan dimulai pada 1950.

Dilansir dari CNN, kunjungan wisata internasional telah turun 22 persen dalam tiga bulan pertama. Khusus di bulan Maret, bahkan tercatat penurunan wisatawan secara signifikan hingga 57 persen. Benua Asia dan Eropa menjadi lokasi yang terimbas penurunan jumlah wisatawan terbesar di tahun ini.

”Dunia menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO, Zurab Pololikashvili seperti dilansir dari AFP pada Senin (11/5). “Pariwisata telah terpukul, dengan jutaan orang berisiko kehilangan pekerjaan di salah satu sektor ekonomi yang paling padat karya.”

Kenyataan tersebut berbanding terbalik dengan prediksi UNWTO di tahun lalu. Kala itu, UNWTO memperkirakan pada awal tahun 2020 pariwisata internasional akan tumbuh 3,0 sampai 4,0 persen. Namun setelah pandemi corona menghantam sejumlah negara, UNWTO justru memperkirakan penurunan 20 sampai 30 persen.

Meski demikian, Badan PBB mengatakan jika pariwisata dunia akan mulai menunjukkan kebangkitannya mulai bulan Juli. Hal ini berdasarkan pernyataan sebagian besar ahli yang percaya jika tanda-tanda pemulihan akan terlihat pada kuartal terakhir 2020.

Asia dan Pasifik diprediksi akan menjadi lokasi yang menunjukkan kebangkitan terlebih dahulu di sektor pariwisata. Bahkan, perjalanan domestik diperkirakan akan pulih lebih cepat dari permintaan internasional.

”Berdasarkan krisis sebelumnya, perjalanan untuk liburan diharapkan pulih lebih cepat,” ungkap Pololikashvili. “Terutama perjalanan untuk mengunjungi teman dan kerabat, daripada perjalanan bisnis.”

Selanjutnya, pariwisata di Afrika dan Timur Tengah juga diprediksi akan cepat pulih hingga akhir tahun 2020. Sementara itu, hanya kebangkitan pariwisata di Amerika Serikat yang paling membuat pesimis beberapa ahli dunia mengingat penanganan kasus virus corona di negara tersebut masih belum efektif.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts