Tiongkok Nilai Beberapa Laporan Media Soal Isu Perbudakan ABK WNI Tidak Faktual
Shutterstock/Moura Balti Touati
Dunia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam menyelidiku isu perbudakan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia.

WowKeren - Pemerintah Tiongkok mengklaim pihaknya serius dalam menindaklanjuti laporan terkait anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Diketahui, belasan ABK WNI itu disebut diperbudak di kapal ikan berbendera Tiongkok.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, dalam jumpa pers pada Senin (11/5) waktu setempat. "China menanggapi laporan itu dengan sangat serius dan sedang menyelidiki," ungkap Zhao Lijian.

Meski demikian, pemerintah Tiongkok menilai bahwa sejumlah laporan media terkait isu tersebut tidak faktual. "Sampai saat ini, nampaknya beberapa laporan media tidak faktual," ujar Zhao Lijian.

Lebih lanjut, Zhao Lijian menjelaskan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Indonesia terkait isu ini. "Pihak China berkomunikasi erat dengan pihak Indonesia mengenai hal ini dan akan menangani isu ini berdasarkan fakta dan hukum," tegas Zhao Lijian.


Sebagai informasi, isu perbudakan ABK WNI di kapal ikan asal Tiongkok ini membuat heboh publik usai diberitakan oleh media Korea Selatan, MBC News. Pemberitaan yang bertajuk "Bekerja 18 Jam Sehari... Dibuang ke Laut Jika Meninggal" tersebut sontak membuat warganet Tanah Air heboh.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga telah berbincang dengan belasan ABK WNI yang kini telah kembali ke Tanah Air itu. Belasan ABK tersebut diketahui pulang dari Korea Selatan dan tiba di Indonesia pada Jumat (8/5) pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang ia gali dari para ABK tersebut, Retno mendapatkan sejumlah temuan. Salah satunya berkaitan dengan gaji para ABK tersebut.

Selain itu, Retno juga menemukan bahwa jam kerja para ABK itu bisa disebut tidak manusiawi. Menurut Retno, para ABK bekerja selama 18 jam per hari.

Retno lantas mengutuk perlakuan tidak manusiawi yang dialami para ABK asal Indonesia tersebut. "Berdasarkan informasi atau keterangan dari para ABK, maka perlakuan ini telah mencederai hak-hak asasi manusia," jelas Retno.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait