Akui Pembelajaran di Tengah Pandemi Tak Mudah, Nadiem Prioritaskan Kesehatan Pelaku Pendidikan
Nasional

Untuk mencegah penularan virus corona, sesuai anjuran pemerintah, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dari rumah masing-masing guru dan murid.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berbicara mengenai proses pembelajaran di tengah pandemi corona (COVID-19). Menurutnya, di situasi seperti sekarang ini prioritas pemerintah adalah untuk memastikan keselamatan para pelaku pendidikan.

"Kami mengambil pendekatan berbasis keutamaan dalam membuat keputusan, dan keputusan pertama yang diambil adalah mengutamakan Kesehatan," kata Nadiem melalui keterangan resmi, Jumat (15/5). "Keselamatan guru, siswa, dan orang tuanya merupakan prioritas utama kami."

Pandemi corona tidak memungkinkan proses pembelajaran dilakukan di gedung sekolah pada umumnya. Untuk mencegah penularan virus sesuai anjuran pemerintah, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dari rumah masing-masing guru dan murid.

Untuk memastikan masa transisi pembelajaran di sekolah menjadi belajar dari rumah dapat berjalan sebaik mungkin, Kementerian Pendidikan terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan berbagai pihak. Kendati demikian, Nadiem mengakui jika kegiatan pembelajaran di tengah pandemi ini memang tidak bisa berjalan optimal seperti biasanya.


"Harus diakui situasi ini tidak optimal," lanjut Nadiem. "Dan pencapaian pendidikan tidak akan sama pada saat krisis COVID-19 ini terjadi di Indonesia dan di negara lain di dunia."

Kendati demikian, Nediem menuturkan jika fakta seperti ini adalah kenyataan yang harus bisa diterima. Kemendikbud, dikatakannya, terus berupaya untuk meminimalisir dampak guna memperbaiki situasi ini.

"Oleh karena itu, kenyataan tersebut harus diterima dan berusaha mengurangi dampaknya sebanyak mungkin," ujar Nadiem. "Kemendikbud terus melakukan segala daya, siang dan malam untuk mencoba memperbaiki situasi ini."

Lebih jauh, Nadiem juga memaparkan prioritas Kemendikbud selainnya yakni terkait anggaran. Kemendikbud akan berupaya meningkatkan fleksibilitas penggunaan anggaran sekolah guna menangani krisis. Misalnya untuk membeli alat kesehatan.

"Hal pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan anggaran (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikirimkan dari pemerintah pusat kepada sekolah-sekolah," lanjut Nadiem. "Agar dapat digunakan untuk membeli alat kesehatan dan kebersihan diri, juga pulsa/data seluler untuk mendukung aktivitas pembelajaran termasuk pembelajaran daring."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait