Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta agar masyarakat tidak menggunakan BLT yang mereka terima untuk membeli baju baru. Pasalnya, menjelang Lebaran masyarakat kerap merayakannya dengan membeli baju baru.
- Nidya Putri
- Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:48 WIB
WowKeren - Persoalan terkait Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk masyarakat miskin dan korban dampak wabah corona (COVID-19) memang kerap menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, di beberapa daerah pemberian BLT dibumbui dengan sejumlah permasalahan lantaran data yang tak sesuai.
Di Jawa Timur sendiri, hingga Jumat (15/5), BLT-DD baru disalurkan kepada 111.613 keluarga penerima manfaat (KPM) di 1.339 desa, pada 21 kabupaten/kota. Dengan nilai mencapai Rp 66.96 miliar.
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa pun berpesan agar warga tidak menggunakan BLT tersebut untuk membeli baju baru untuk keperluan Idul Fitri. Pasalnya, Hari Raya Idul Fitri memang kerap dirayakan masyarakat dengan tradisi membeli baju baru.
Khofifah juga memohon agar bantuan uang yang didapat bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. "Saya sampaikan yang mencairkan BLT-DD in, dana desa tidak untuk beli baju baru, karena mau lebaran maka kekhawatiran untuk beli baju baru tetap muncul," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/5).
Disebutkan jika BLT-DD baru disalurkan kepada 111.613 keluarga penerima manfaat (KPM) di 1.339 desa, pada 21 kabupaten/kota. Artinya, penyaluran tak sampai 25 persen dari total 1.265.845 KPM di 7.724 desa, di Jatim. Sebagai catatan, alokasi dana desa Provinsi Jatim tahun ini sebesar Rp 7,57 triliun dengan pagu maksimal untuk BLT-DD bisa mencapai Rp 2,28 triliun.
"Ada beberapa daerah yang memang menunggu selesainya semua konfirmasi data dari berbagai bansos, kalau ada masyarakat di desa itu PKH, sudah lagi BPNT, lagi perluasan sembako, lagi BST, kemudian ada daerah yang ikut untuk mengusulkan ikut kartu prakerja, baru kemudian BLT-DD," terangnya.
Lebih lanjut, Khofifah akan mendorong bupati/wali kota di Jatim untuk segera menyalurkan BLT-DD sebelum Idul Fitri. Ia menargetkan seluruh desa di Jatim sudah melakukan pencairan BLT-DD tahap I pada 20 Mei mendatang. "Kami terus mendorong bupati/wali kota untuk segera melakukan penyaluran dana desa sebelum Idulfitri, tanggal 20 (Mei) kita seyogyanya BLT-DD bisa cair semuanya di 7.724 desa di Jatim," katanya.
Saat ini sudah ada Kabupaten Trenggalek yang telah merampungkan 100 persen penyaluran BLT-DD tahap I kepada 6.817 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 152 desa senilai Rp 4.090.200.000. Selain itu ada juga Kabupaten Lumajang yang telah menuntaskan pencairan di tingkat desa.
"Proses penyaluran BLT-DD yang ter-record kemarin ini belum hari ini, ternyata penyaluran di Jatim ini tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia," tuturnya. "Hari ini 100 persen tuntastas di Trenggalek, kemarin tuntas desa di Kabupaten Lumajang."
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku jika penyaluran BLT masih belum sepenuhnya selesai. Ia mengatakan jika BLT yang telah disalurkan ke KPM baru 10 persen.
(wk/nidy)