Kasus COVID-19 di RI tembus 17 ribu orang hingga Sabtu (16/5), pemerintah beri peringatan penting soal gambaran hidup baru bagi warga Indonesia. Berikut pernyataan lengkapnya.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:28 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona di Indonesia hingga Sabtu (16/5) telah menembus lebih dari 17 ribu kasus positif COVID-19. Terus meningkatnya kasus virus corona dengan tajam setiap hari akhirnya telah membuat Pemerintah Indonesia memberikan pernyataan lengkap seputar gambaran hidup baru.
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyebutkan jika data-data kasus virus corona di Indonesia telah menjadi gambaran untuk hidup baru di Tanah Air. Menurutnya, masyarakat saat ini harus beradaptasi dengan cara hidup baru di tengah pandemi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.
”Saudara-saudara inilah gambaran yang kita dapatkan dari apa yang kemudian kita katakan tadi sebagai hidup yang baru,” ujar Yurianto seperti dilansir dari Detik, Sabtu (16/5). “Artinya cara untuk kemudian mengurangi menekan jumlah kasus baru adalah kita berubah dengan cara hidup yang baru, yang mengimplementasikan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.”
Pemerintah juga buka suara terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah berpesan kepada masyarakat Indonesia agar menerapkan protokol kesehatan berdasarkan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
”Oleh karena itu kita berharap efektivitasnya ini mampu menurunkan jumlah penambahan kasus positif per-hari,” pesan Yurianto. “Dan kita juga bisa menurunkan jumlah kematian. Karena itu maka yang harus kita lakukan sekarang adalah betul-betul mematuhi.”
”Dan berdisiplin terkait menjaga jarak, terkait physical distancing, terkait menggunakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir,” sambungnya. “Kemudian membatasi perjalanan, ini menjadi penting untuk kita semua.”
Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan rapid test secara massal hingga melakukan pelacakan (tracing) terhadap pasien yang terindikasi COVID-19. Peningkatan perawatan pasien virus corona juga akan terus ditingkatkan pemerintah demi menyelamatkan nyawa mereka.
”Di samping juga dilaksanakan kegiatan untuk melakukan pemeriksaan secara masif, testing secara masif, kemudian dilakukan tracing secara agresif,” kata Yurianto. “Serta dilakukan isolasi yang ketat dari kasus positif yang kita dapatkan, dan juga penatalaksanaan pasien yang berada di rumah sakit dengan treatment yang terbaik, ini adalah pokok kebijakan itu.”
Peringatan pemerintah ini menanggapi pernyataan dari WHO yang menyebut virus corona tidak akan hilang dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, penting bagi setiap warga negara dunia untuk ikut berpartisipasi menangani pandemi virus corona. Hal ini dilakukan dengan mengubah cara hidup di tengah pandemi sesuai protokol yang dianjurkan.
”Kita menyadari dalam beberapa waktu terakhir ini banyak saudara kita yang terpaksa harus kemudian tidak bisa bekerja, harus kehilangan pekerjaan,” ungkap Yurianto. “Sudah barang tentu ini akan timbulkan permasalahan-permasalahan yang kompleks, menimbulkan permasalahan-permasalahan bukan hanya sosial, ekonomi tapi juga memiliki potensi mengancam ketertiban.”
”Karena itu harus kita mulai berubah dengan cara berpikir yang baru, dengan cara bersikap yang baru yaitu kita harus produktif dan aman dari COVID. Produktif dan aman dari COVID,” sambungnya. “Ini bisa kita capai mana kala kemudian kita memahami betul protokol kesehatan yang sudah ditentukan, dan memegang teguh pelaksanaan protokol ini, konsisten tidak putus tanpa terkecuali.”
(wk/lian)