Minta Masyarakat Tak Remehkan Corona, IDI Jelaskan Cara Cukur dengan Protokol Kesehatan
Nasional

Humas IDI Makassar dokter Wachyudi Muchsin mengatakan hal seperti ini perlu dilakukan untuk melindungi baik tukang cukur sendiri maupun orang yang dicukur.

WowKeren - Masyarakat terus diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna mencegah penularan COVID-19. Tak terkecuali dalam aktivitas mencukur rambut.

Sejumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Sulawesi Selatan, memberikan edukasi kepada masyarakat. Humas IDI Makassar dokter Wachyudi Muchsin menuturkan jika banyak orang yang takut untuk memotong rambut di tengah pandemi corona (COVID-19) ini.

"Teman-teman dokter di IDI sudah dua atau tiga bulan tidak cukur," kata Yudi di Makassar seperti dilansir Antara, Senin (18/5). "Pada kesempatan kali ini, teman-teman meluangkan waktunya untuk cukur, tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan."

Sejak wabah corona menyebar di Indonesia pada Maret lalu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus ini. Begitu pula saat mencukur, tukang cukur rambut dianjurkan untuk mengenakan alat pelindung diri (APD).


Menurutnya, hal seperti ini perlu dilakukan untuk melindungi baik tukang cukur sendiri maupun orang yang dicukur. Sehingga, ia tidak setuju jika tindakan ini dianggap berlebihan.

"Tukang cukurnya menggunakan baju hazmat, memakai masker, sarung tangan dan pelindung wajah," kata Yudi. "Jika ada yang mengatakan ini lebay, itu salah besar karena ini adalah protokol kesehatan untuk melindungi tukang cukurnya juga melindungi orang yang dicukur."

Sementara itu, Ketua IDI Kota Makassar Dr Siswanto Wahab Sp.KK mengatakan jika selama ini para dokter tanpa libur berkeliling ke RS untuk menyemprotkan disinfektan dan membagikan APD. Hal itu semata-mata untuk memastikan agar tidak terjadi penularan wabah corona.

"Teman-teman dokter selama dua bulan lebih tanpa libur terus berkeliling melakukan kegiatan-kegiatan seperti membagikan APD, hand sanitizer, juga menyemprot disinfektan di rumah sakit, klinik, puskesmas dan kantor-kantor layanan umum," tutur Siswanto masih dilansir Antara. "Hanya untuk memastikan agar penularan tidak terjadi. Aktivitas ini juga membuat rambut mereka tidak terurus."

Dokter Irwan Gunawan Sp.B mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh virus corona. "Ini virus yang harus diwaspadai," kata dia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait