Menurut Wakil Bupati Gunungkidul, para warga hasil rapid test-ny reaktif nantinya akan diisolasi di Wisma Wanagama milik Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 19 Mei 2020 - 19:08 WIB
WowKeren - Warga Gunungkidul Yogyakarta yang terindikasi positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test nantinya akan diisolasi di hutan Wanagama. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.
Menurut Immawan, para pasien nantinya akan diisolasi di Wisma Wanagama milik Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Hutan Wanagama memang merupaka kawasan yang dikembangkan oleh UGM sejak tahun 1964.
"Disediakan untuk karantina warga hasil rapid test, karena suasana tenang," ungkap Immawan. "Ada banyak sarana olahraga, berjemur dan gedung serta kamar tidur juga sedemikian rupa tertata."
Wisma di hutan Wanagama tersebut terdiri dari beberapa kamar atau paviliun yang diperkirakan bisa menampung hampir 100 orang. Wisma tersebut nantinya juga akan dihuni oleh para tenaga medis yang ditugaskan untuk merawat warga reaktif COVID-19.
Selain itu, wisma tersebut juga telah dilengkapi oleh fasilitas untuk mencuci pakaian, pengolahan makanan hingga penanganan limbah medis. Immawan menjelaskan bahwa penggunaan fasilitas wisma untuk isolasi pasien itu telah mendapat izin dari pihak UGM.
"Wisma ini bisa menampung kapasitas maksimal 90 orang," terang Immawan. "Wanagama sudah diperbolehkan untuk menampung rapid test reaktif dan tempatnya juga representatif."
Wisma yang terletak di tengah hutan ini dipilih karena suasananya yang tenang dan fasilitas yang memadai. Berdasarkan pantauan di lokasi, memang tidak terdengar suara kendaraan dari wisma tersebut.
Pasalnya, akses menuju wisma di dalam hutan tersebut hanya ada 2, yakni dari Desa Banaran dan dari Museum Kayu. Akses tersebut jarang dilewati orang, kecuali penduduk sekitar yang mencari rumput atau pergi ke ladang.
"Suasana tenang seperti ini diperlukan untuk menambah daya tahan tubuh," ungkap Immawan. "Wisma ini jauh dari pemukiman, di tengah hutan, dan yang terpenting masyarakat di sini pun menerima."
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapid test massal sejak tanggal 12 Mei lalu dan memeriksa 1163 orang. Dari tes massal tersebut, 66 orang dinyatakan reaktif, termasuk di antaranya 30 orang tenaga medis.
(wk/Bert)