RI Sukses Lampaui 10 Ribu Tes Corona Per Hari, Ini Pesan Epidemiolog
Nasional

Target Pemerintah Indonesia untuk melakukan tes lebih dari 10.000 spesimen terkait virus corona (COVID-19) telah tercapai, begini pesan dari pakar epidemiologi UGM.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah memberikan target kepada Gugus Tugas COVID-19 untuk melakukan 10 ribu tes virus corona dalam sehari. Target tersebut akhirnya terlampau pada Selasa (18/5) dimana 12.276 spesimen berhasil dites corona dalam sehari.

Keberhasilan tersebut ditanggapi oleh Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad. Menurutnya, kemampuan pemerintah bisa melakukan lebih dari 10 ribu tes corona dalam sehari perlu terus ditingkatkan.

Risis mengatakan jika peningkatan tes corona dalam sehari perlu ditingkatkan demi mempercepat pelacakan sebaran COVID-19. “Masih harus ditingkatkan. Itu kunci penting itu,” kata Riris seperti dilansir dari Detik, Selasa (19/5).

Lebih lanjut Risis menyatakan jika jumlah spesimen yang dites akan mempengaruhi jumlah kasus yang ada di Indonesia. Hasil tes dapat menjadi acuan apakah kurva kasus COVID-19 di Tanah Air terus mengalami kenaikan atau penurunan.

”Masih bisa terjadi karena yang dilaporkan harian ini itu kan ada labnya antara swab diambil, antrean dan sebagainya,” ujar Riris. “Artinya bisa jadi itu juga mempengaruhi naik turunnya (kasus positif).”


Sejauh ini, orang yang menjalani pemeriksaan tes COVID-19 bukan hanya untuk orang yang memiliki gejala virus corona saja. Tes juga dilakukan kepada orang-orang yang mendapatkan hasil reaktif dalam rapid test.

Pemeriksaan secara menyeluruh ini dinilai dapat melacak orang yang masuk dalam kategori tanpa gejala virus corona (OTG). Riris menyatakan jika nantinya, hasil rapid test dapat membuka peluang kasus positif cenderung menurun karena sudah melewati masa inkubasi virus.

”Tetapi juga kemudian ketika kita semakin memperluas kriterianya maka kemungkinan,” ujar Riris. “Kalau dulu orang yang dites itu kan orang yang bergejala, ketika bergejala dites maka kemungkinan positif lebih besar.”

”Sekarang orang yang tidak bergejala tapi rapid test-nya positif itu juga dites swab,” sambungnya. “Bisa jadi dia sudah tidak sakit dan tidak ada virusnya sehingga hasilnya negatif. Jadi itu yang mempengaruhi. Tapi secara umum akan terjadi peningkatan.”

Hingga Rabu (20/5) pagi, kasus virus corona di Indonesia telah mencapai 18.496 orang. Dilansir dari covid19.go.id, sebanyak 1.221 orang meninggal dunia dan 4.467 pasien dinyatakan sembuh dari virus corona.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami penurunan. Tercatat, sebanyak 45.300 orang masuk dalam kategori ODP sedangkan 11.891 orang masuk dalam kategori PDP.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait