Kasus COVID-19 Di Jatim Pecah Rekor Tertinggi, Simak Perbandingan Dengan DKI Jakarta
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan kasus virus corona (COVID-19) di provinsi Jawa Timur telah memecahkan rekor tertinggi pada Kamis (21/5). Begini perbandingannya dengan wilayah DKI Jakarta.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) telah mengalami lonjakan tertinggi dalam sehari. Pada Kamis (22/5), telah terjadi penambahan 502 kasus di Jatim. Kini, Jatim tercatat sebagai provinsi dengan laporan kasus terbanyak ke-2 setelah DKI Jakarta.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri mengumumkan adanya tambahan kasus baru di Jatim sebanyak 502 orang. Namun, data dari Gugus Tugas Provinsi Jatim cukup berbeda yaitu sebanyak 451 kasus.

”Jadi pusat kan mengumumkan tambahan 502, kita masih 451,” kata Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi pada Kamis (21/5). “Selisih 51 kasus masih kita identifikasi apakah benar ber-KTP Jatim dan domisili Jatim.”

Hingga Jumat (22/5), kasus virus corona di provinsi Jatim telah mencapai 2.942 orang. Sebanyak 413 pasien telah dinyatakan sembuh dan 258 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Sedangkan 2.262 pasien masih menjalani perawatan.


Joni telah menjelaskan berbagai kemungkinan penyebab meningkatnya kasus COVID-19 di Jatim secara tajam. Menurutnya, mobilitas penumpang pesawat terbang menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini menyusul kebijakan Pemerintah Indonesia yang telah melonggarkan transportasi semasa pandemi corona berlangsung.

”Mungkin salah satu penyebab naiknya kasus, kalau kita lihat mobilitas dari penumpang udara yang cukup banyak grafiknya naik terus,” jelas Joni. “Yang datang dan berangkat naik terus sehari bisa 1.400-1.500 (data Juanda). Walau sudah dilakukan screening, ini bisa menjadi faktor yang menaikkan jumlah kasus di Jatim.”

Sementara di Provinsi DKI Jakarta penambahan kasus di hari yang sama hanya sebanyak 65 pasien. Total kasus virus corona di ibu kota Indonesia hingga Kamis (21/5) adalah 6.301. Sebanyak 1.458 pasien dinyatakan sembuh dan 481 orang meninggal dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama kurang-lebih 2 bulan. Dalam 2 bulan itu, Anies mengklaim jika pergerakan penularan virus corona terkendali.

”Alhamdulillah selama 2 bulan ini kita sama-sama bekerja mengendalikan pergerakan virus ini. Alhamdulillah sejauh ini terkendali,” ujar Anies dalam paparannya yang dilihat di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5). “Tapi ini belum selesai.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts