Demi mencegah penyebaran virus corona Pemkot Kendari dan IDI Sulawesi Tenggara akan menjalankan rapid test untuk 100 orang pengunjung dan karyawan Lippo Plaza Kendari.
- Nidya Putri
- Jumat, 22 Mei 2020 - 13:56 WIB
WowKeren - Kebijakan untuk membuka pusat perbelanjaan (mal) sepertinya menjadi masalah baru yang perlu disoroti oleh pemerintah. Pasalnya, klaster baru virus corona (COVID-19) mulai bermunculan disana.
Demi mencegah munculnya klaster baru COVID-19, sebanyak 100 orang pengunjung dan karyawan Lippo Plaza Kendari menjalani rapid test. Rapid test ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan tes tersebut dilakukan guna melindungi warga dari ancaman penyebaran COVID-19. Pasalnya, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan upaya untuk memutus mata rantai COVID-19.
"Tetapi kita ingin aktivitas warga tetap aman dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Oleh karena itu rapid test kita lakukan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kendari," kata Sulkarnain Kamis, (21/5).
Apabila dalam pelaksanaan tes tersebut ada hasil yang menunjukkan reaktif maka akan diberikan gelang penanda yang bisa terhubung dengan sistem aplikasi di Pemkot Kendari. "Bagi yang reaktif rapid test langsung akan menjalani pemeriksaan swab. Sambil menunggu hasil swab keluar, mereka wajib melakukan karantina mandiri dan dikontrol lewat gelang yang diberikan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dr Rahminingrum mengatakan tes tersebut dilakukan untuk screening dan menyelidiki potensi para pengunjung dan karyawan Lippo apabila ada yang terinfeksi virus corona. "Ini dilakukan untuk mendeteksi dan screening terhadap masyarakat. Dengan ini kita bisa mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19 jika ditemukan orang-orang yang terpapar," pungkasnya.
Perlu diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar yang menyebutkan jika petugas Lippo Plaza Kendari dinyatakan positif COVID-19 pekan lalu. Namun, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari dr. Algazali membantah kabar yang menyatakan bahwa 14 orang warga diduga terpapar virus corona atau COVID-19 usai berkunjung di pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kendari.
Ia pun menegaskan jika informasi tersebut merupakan hoaks, tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Sekali lagi saya sampaikan kepada masyarakat, jika penyampaian itu bukan bersumber dari Satgas COVID-19 yang ada di daerah, maka kami yakinkan itu adalah berita hoaks,” tegasnya.
(wk/nidy)