Cerita Perantau Asal Kuningan yang Lolos Mudik hingga Balik ke Jakarta Tanpa Pemeriksaan
Nasional
Idul Fitri 2020

Seperti diketahui, mudik lebaran tahun ini dilarang karena tengah berada di situasi pandemi Corona. Sebagai konsekuensi pemudik 'bandel', akses arus balik ke Jakarta pun diperketat.

WowKeren - Pemerintah telah mengimbau perantau untuk tidak mudik tahun ini di tengah situasi pandemi Corona atau COVID-19. Namun, sejumlah perantau diketahui masih nekat mudik dan tidak menghiraukan kemungkinan menularkan virus mematikan tersebut kepada keluarganya di kampung halaman. Seperti kisah dua perantau asal Kuningan, Jawa Barat, berikut ini.

Ialah Anto dan Oky, dua pemuda yang beberapa bulan terakhir bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Keinginan mereka untuk pulang ke kampung halaman pun tak terbendung. Panggilan video yang merupakan salah satu solusi melepas rindu pun dirasa keduanya tak cukup.

"Ingin ketemu keluarga, kangen," ujar Oky dilansir dari Kumparan. "Ini kan momen setahun sekali."

Oky dan Anto berboncengan menuju kampung halaman mereka di Kuningan. Meski was-was karena tak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), mereka nekat berangkat pagi buta sekitar pukul 5.30 pada H-3 lebaran. Oky dan Anto berhasil melewati tenda check point, beberapa di antaranya bahkan tak ada petugas.

"Selama di perjalanan pengecekan enggak ada sama sekali," ungkap Oky. "Ada pengalihan sekali oleh polisi di Karawang."

Keduanya tiba di Kuningan sekitar pukul 16.00 setelah istirahat beberapa kali dalam perjalanan. "Jalur Pantai Utara aman," terang Oky.


"Sempat ada pengalihan di Karawang, jalan utama ditutup, dialihkan ke jalan yang lebih kecil," tambah pegawai salah satu perusahaan swasta di Jakarta tersebut. "Tapi tetap bisa lewat soalnya ada orang yang ngebantuin, katanya suruh masuk ke jalan raya lagi."

Oky dan Anto kemudian kembali ke Jakarta pada H+2 lebaran karena tuntutan pekerjaan. Perusahaan mereka rupanya tidak mengetahui aksi nekat mudik tersebut. Check point kembali berhasil dilalui dengan mulus karena tidak ada satu pun kendaraan yang diberhentikan dalam cerita perjalanan mereka.

"H+2 (Lebaran) berangkat lagi ke Jakarta dari jam 06.00. Kalau lewatin check point itu ada di Karawang masuk ke Bekasi," jelas Oky. "Itu udah mulai ramai, banyak mobil dan macet, tapi enggak ada yang diberhentikan."

Sesampainya di Bekasi, beberapa mobil diberhentikan oleh petugas. "Sempat melihat ada mobil berjajar di Bekasi yang diberhentikan, tapi kita naik motor sih lolos. Masuk Jakarta kosong, aman (tak ada yang memeriksa)," sambungnya.

Oky dan Anto kompak menyatakan alasan nekat mudik, karena ingin bertemu keluarga serta meyakini tidak merasakan gejala virus COVID-19. Selain itu, Anto meyakini bahwa pemerintah hanya mengimbau untuk tidak mudik, bukan melarang.

"Karena saya percaya itu hanya imbauan tanpa ada tindakan tegas," tutup Anto. "Jikapun di jalan diharuskan (diperiksa), saya sudah memikirkan untuk masuk Jakarta melalui berbagai jalan yang mungkin bisa dimasuki."

Terkait pemudik yang lolos mudik maupun kembali ke Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mencegah. "Bisa saja mereka lolos. Kita sudah berusaha keras mencegah orang mudik, tapi enggak mungkin juga bisa 100 persen," kata Sambodo kepada Kumparan.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts