Sempat Kejang dan Diare, Seorang Bayi yang Positif Corona di Batam Meninggal Dunia
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bayi perempuan berinisial KDS tersebut baru dikonfirmasi positif terjangkit COVID-19 dalam pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam pada Rabu (27/5) kemarin.

WowKeren - Seorang bayi perempuan berinisial KDS yang dinyatakan positif COVID-19 dilaporkan meninggal dunia. Bayi yang menjadi korban jiwa COVID-19 tersebut tercatat sebagai kasus nomor 98 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Awalnya, bayi tersebut mengalami demam yang disertai oleh kejang dan diare. Sang ibu lantas melarikan KDS ke salah satu rumah sakit swasta pada 22 Mei. Bayi tersebut lantas menjalani perawatan secara intensif di ruang isolasi.

Keesokan harinya, kondisi bayi yang berdomisili di kawasan Perumahan Kampung Seraya, Batu Ampar, tersebut semakin memburuk. Ia mengalami kejang dan kesadarannya juga menurun. Tim dokter lantas berupaya untuk melakukan pertolongan dengan tindakan RJP.

"Namun, pada jam 08.40 WIB tanggal 23 Mei, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," ungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam, HM Rudi, pada Rabu (27/5) kemarin. "Dan selanjutnya dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan kesimpulan terkonfirmasi positif."


KDS baru dikonfirmasi positif COVID-19 dalam pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam kemarin. Pada Rabu (27/5), Gugus Tugas melaporkan adanya 13 kasus COVID-19 baru di Kota Batam, termasuk KDS yang telah meninggal dunia.

Jenazah bayi tersebut juga telah dimakamkan dengan menggunakan protokol COVID-19 meski kala itu hasil tes swab belum keluar. "Saat meninggal kan statusnya PDP, sehingga kami makamkan secara protokol COVID-19," jelas Rudi.

Di sisi lain, total kasus positif COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 23.851 pasien per Rabu (27/5). Tercatat, ada 1.473 pasien COVID- 19 yang dilaporkan meninggal dan 6.057 pasien yang dinyatakan sembuh.

Puluhan ribu kasus itu pun diketahui sudah tersebar merata ke seluruh provinsi di Indonesia. Namun sampai saat ini DKI Jakarta masih menjadi provinsi paling terdampak, diikuti Jawa Timur yang diklaim perkembangan wabahnya semakin mengkhawatirkan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts