Dokter Ungkap 'Kebobrokan' Penanganan Corona di Surabaya, Ini Tanggapan Pihak Rumah Sakit
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, dokter yang diketahui bekerja di RS Royal Surabaya tersebut mengkritik Pemerintah Kota Surabaya yang tak memberikan pelayanan terbaik dalam mengatasi pandemi corona.

WowKeren - Media sosial Twitter sempat dikejutkan oleh sebuah utas yang dibuat oleh seorang dokter di Surabaya. Utas tersebut membahas tentang "bobroknya" penanganan COVID-19 di Surabaya.

Kini, dokter yang diketahui bekerja di Rumah Sakit Royal Surabaya tersebut akan diproses lebih lanjut jika ditemukan dugaan pelanggaran etik. Menurut juru bicara RS Royal Surabaya, dr. Dewa Nyoman Sutanaya, pernyataan dokter tersebut merupakan pendapat pribadi yang tidak didukung oleh data yang valid.


"Pihak Rumah Sakit Royal Surabaya tidak bertanggungjawab terhadap apapun yang menjadi pendapat atau pernyataan pribadi karyawan rumah sakit," tutur Dewa pada Rabu (27/5). "Di media sosial maupun media lainnya."

Menurut Dewa, pihaknya menyayangkan insiden yang dilakukan oleh karyawan rumah sakitnya di media sosial tersebut. Oleh sebab itu, tutur Dewa, pihak rumah sakit akan melakukan tindak lanjut dengan menginvestigasi yang bersangkutan.

"Dalam hal ditemukan adanya dugaan pelanggaran etik dan disiplin yang dilakukan, maka pihak rumah sakit akan melanjutkan kasus ini ke Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Royal Surabaya," ungkap Dewa.

Sebelumnya, dokter tersebut mengkritik Pemerintah Kota Surabaya yang tak memberikan pelayanan terbaik dalam mengatasi pandemi corona. Salah satu yang dikritiknya habis-habisan adalah perihal pengadaan alat pelindung diri (APD) yang diklaim tak terdistribusi merata. Bahkan menurutnya Pemkot Surabaya hanya memberikan bantuan berupa wedang jahe ketimbang yang benar-benar diperlukan tenaga medis.

Pemkot Surabaya sendiri telah memberikan klarifikasi atas klaim tersebut. Dalam klarifikasinya, Pemkot Surabaya yang diwakili M Fikser selaku Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya membantah dan memastikan pihaknya telah memberikan bantuan APD.

Menurut Fikser, sebanyak 82.651 buah APD telah didistribusikan kepada 50 rumah sakit rujukan dan non rujukan serta Labkesda. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa alat kesehatan lain seperti ventilator.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts