Pakuwon Group Siapkan Protokol New Normal, Mulai Bilik UV Hingga Lalu Lintas di Mal
Nasional

Pakuwon Group telah menyiapkan sejumlah protokol yang bakal diberlakukan saat new normal dilaksanakan. Pihak mal mengatakan telah menyiapkan bilik UV hingga sistem lalu lintas pengunjung.

WowKeren - Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi memastikan kesiapan mal yang dikelola perusahaan properti itu dalam menghadapi tatanan new normal COVID-19. Dalam waktu dekat, Pakuwon bakal menguji coba penerapan protokol yang akan diterapkan di era new normal.

Seperti memberi pembatasan pengunjung sampai pengaturan lalu lintas pengunjung. “Pada saat masuk ke mal, pengunjung harus melewati suatu bilik sanitasi. Sekarang masih semprot. Nanti kami ganti dengan UV (ultraviolet)," ujar Sutandi pada Radio Suara Surabaya, Rabu (27/5). "Jadi tidak perlu khawatir kena semprot."

Bilik UV itu sedang dipersiapkan bersamaan dengan peningkatan fasilitas lain di pintu masuk seperti tempat cuci tangan dan pengetesan suhu tubuh pengunjung. Tidak hanya menggunakan thermal gun, Pakuwon berencana meningkatkan pengecekan suhu tubuh pengunjung ini dengan mesin thermal scanner seperti yang diterapkan di bandara.

Thermal scanner seperti di Airport. Jadi tidak perlu lagi pakai thermal gun," katanya. "Sudah ada alarmnya. Kalau nanti ada yang terdeteksi 38 derajat celcius, alarmnya akan bunyi otomatis."

Alat thermal scanner itu akan dibarengi dengan penyiapan petugas-petugas yang bersiaga melakukan langkah-langkah spesifik terhadap pengunjung yang terdeteksi bersuhu tubuh di atas normal. Penerapan protokol demikian, Sutandi memastikan, tidak hanya berlaku bagi pengunjung, tetapi untuk semua pelaku bisnis di dalam mal termasuk karyawan mal dan karyawan toko (tenant).


Selain itu, Pakuwon juga menerapkan skema pembatasan di dalam toko. Tidak hanya 50 persen pengunjung, ada skema khusus yang perlu diterapkan oleh setiap tenant. “Kalau social distancing atau physical distancing itu orang bilang jaga jarak satu meter, kami sudah dua meter. Artinya, satu orang kami anggap radiusnya empat meter persegi,” imbuhnya.

Dengan patokan itu, sebuah tenant dengan luasan toko 100 meter persegi, hanya boleh ada 25 orang tamu/pengunjung di dalam, sisanya harus antre di luar dengan jarak 1 meter. “Jadi ketika ada lima tamu keluar, lima tamu baru dibolehkan masuk. Demikian seterusnya,” terangnya.

Tak sampai di situ, Pakuwon juga akan menguji coba penerapan pengaturan lalu lintas pengunjung di Tunjungan Plaza dengan skema satu arah. “Itu masukan yang sangat bagus dari Pak Pangdam. Kenapa di dalam mal tidak dibikin satu arah? One way. Jadi traffic mal nanti akan satu arah, dan pengunjung tidak saling berpapasan,” jelasnya. "One way ini akan kami trial di Tunjungan Plaza, kami akan siapkan mulai besok. Kami siapkan perangkatnya: tanda panah di lantai. Tapi kembali lagi, ini harus diikuti secara tertib oleh pengunjung.”

Sutandi memastikan, dengan adanya penerapan satu arah ini pengunjung akan tetap bisa ke toko manapun yang mereka inginkan tetapi harus berputar. Tidak bisa langsung balik arah.

"Jadi enggak bisa kalau kelewatan terus balik, jangan. Harus muter. Tentunya ini akan memberi kesan psikologis lebih aman dan nyaman karena yang harus dibentuk adalah trust," katanya. "Kepercayaan dari pengunjung bahwa mal itu aman. Mal itu secure. Bahwa kami siap menghadapi era baru ini."

Selain menerapkan physical distancing dan pengaturan lalu lintas pengunjung, Pakuwon Group juga akan menerapkan pembatasan keseluruhan pengunjung sejak dari area parkir. “Kapasitas parkir kami itu sudah computerized. Kalau parkir sudah mencapai 50 persen dari kapasitas, kami akan setop, kami akan tutup. Kalau nanti keluar 10 mobil kami masukkan 10 mobil,” pungkasnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait