Mixtape 'D-2' Suga BTS Tuai Kontroversi Akibat Muat Khotbah Pembunuh Massal, Ini Kata Big Hit
Musik
Kontroversi Mixtape Suga BTS

Menanggapi kritikan yang diterima Suga, Big Hit Entertainment selaku agensi BTS merilis pernyataan resmi pada Minggu (31/5) di mana agensi yang juga menaungi TXT itu meminta maaf.

WowKeren - Usai perilisan mixtape terbarunya yang bertajuk "D-2", Suga BTS (Bangtan Boys) kembali menjadi sorotan. Penyanyi kelahiran 1993 itu menuai kritikan, terutama dari netizen internasional karena menggunakan khotbah Jim Jones.

Jim Jones sendiri merupakan seorang pemimpin aliran sesat yang mengarahkan pembunuhan massal-bunuh diri 909 orang di mana 304 kematian di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, Jim Jones sangat dekat dengan Korea Utara. Ia diketahui memberi makan para pengikut propaganda Korea Utara dan mengkritik sikap Amerika Serikat terhadap Kim Il Sung dari Korea Utara.


Menanggapi kritikan yang diterima Suga, Big Hit Entertainment selaku agensi BTS merilis pernyataan resmi pada Minggu (31/5). Lewat pernyataan ini, agensi yang juga menaungi TXT itu meminta maaf. Berikut ini isi pernyataan Big Hit:

"Halo, ini Big Hit Entertainment. Ini adalah pernyataan resmi kami tentang masalah mixtape Suga BTS.

Sampel vokal khotbah dalam pengantar lagu 'What Do You Think?' pada mixtape dipilih tanpa maksud khusus oleh produser yang menggarap track tersebut, yang tidak mengetahui identitas pembicara dan menggunakan sampel untuk suasana keseluruhan lagu.

Setelah sampel pidato dipilih, perusahaan mengikuti proses internal kami dan melakukan prosedur untuk meninjau kesesuaian konten. Namun, dalam proses pemilihan dan peninjauan, kami melakukan kesalahan karena tidak mengenali ketidaktepatan konten dan termasuk sampel dalam lagu.

Big Hit Entertainment memiliki proses untuk meninjau konten beragam yang ditargetkan untuk audiens global untuk masalah sosial, budaya, dan historis yang potensial. Namun, kami mendapati bahwa ada batasan untuk memahami dan merespon dengan tepat untuk setiap situasi. Dalam hal ini, kami tidak dapat mengenali masalah sebelumnya dan menunjukkan kurangnya pemahaman tentang masalah historis dan sosial yang relevan. Kami mohon maaf kepada mereka yang merasa tidak nyaman atau terluka karena ini.

Big Hit Entertainment telah menghapus bagian dari lagu tersebut dan merilis ulang versi baru. Seniman kami juga merasa malu dan sangat bertanggung jawab atas masalah yang muncul di bidang yang tidak ia pertimbangkan. Big Hit Entertainment akan menggunakan kejadian ini sebagai pelajaran untuk melakukan proses produksinya secara lebih menyeluruh."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts