Viral Pria Bertato Indonesia Ikut Merusuh di Demo George Floyd, Begini Faktanya
Getty Images
Dunia

Seorang pria bertopi putih yang sedang mencoba memecahkan kaca Bank Wells Fargo, AS sedang menjadi sorotan. Pasalnya pria itu terlihat merajah lengan dalamnya dengan tato kepulauan Indonesia.

WowKeren - Kerusuhan besar terjadi di Amerika Serikat usai heboh kasus rasisme yang menewaskan pria berkulit hitam bernama George Floyd. Kerusuhan ini sendiri bermula dari demonstrasi yang digelar demi mencari keadilan atas meninggalnya Floyd.

Berbagai potret media yang mendokumentasikan kerusuhan itu pun menjadi viral di media sosial. Salah satunya dari media The Inquirer yang merilis potret seorang pria bertopi putih yang sedang mencob amelemparkan potongan kayu ke arah Bank Wells Fargo.

Yang menyedot perhatian adalah soal keberadaan tato kepulauan Indonesia di lengan kanan bagian dalam. Tak pelak hal ini menimbulkan pernyataan perihal apakah ada warga Indonesia yang ikut merusuh di AS.

Menyadari potretnya menjadi viral, Rainey A Backues, pria dalam foto tersebut pun angkat bicara. Lewat postingan di Instagram-nya, Backues pun mengaku bersalah atas aksinya yang ikut terlibat dalam kerusuhan.

"Anda mungkin mengenali saya dari beberapa foto yang tersebar di media sosial," tulisnya sebagai caption pada Senin (1/6) waktu setempat. "Tapi kalau Anda mengenali saya, Anda akan tahu foto itu tak mencerminkan kepribadian saya yang sebenarnya."


Backues mengaku awalnya tak berniat mengikuti protes. Ia hanya sedang bersepeda ke Center City ketika mendapati kerumunan demonstran. Backues pun berniat untuk mendokumentasikan demonstrasi tersebut demi konten Instagram Story-nya.

"Tapi lama-kelamaan saya merasa ikut marah atas apa yang terjadi pada George Floyd. Saya juga marah oleh rasa benci akibat melihat ketidakadilan dari para aparat berseragam," imbuh Backues. "Bahkan hingga kini saya masih emosi bila mengingat bagaimana menyedihkannya kasus rasisme ini, yang kerap dilakukan oleh orang dengan kulit 'berwarna', termasuk saya."

Hal itu yang melatarbelakangi aksi kerusuhannya. Namun kemudian ia mengaku sudah menyesali perbuatannya dan menyadari bahwa demonstrasi tak sejalan dengan kerusuhan yang terjadi.

Lewat postingan itu, Backues juga secara khusus meminta maaf kepada komunitas Indonesia di Philadelphia. Sebab sebagai akibat aksinya, Indonesia pun turut dipandang negatif.

"Berhubung salah satu tato menunjukkan kepulauan Indonesia, saya ingin minta maaf kepada komunitas warga Indonesia di Philadelphia," bebernya. "Saya warga naturalisasi AS yang lahir di Pulau Jawa."

Di sisi lain, kerusuhan semakin meluas hingga menyebabkan Presiden AS Donald Trump dan keluarga diungsikan ke bunker di Gedung Putih. Dukungan atas protes yang terjadi pun terus bergulir, terutama lewat aksi di media sosial.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts