Kabar Baik, WHO Sebut Virus Corona Tak Bermutasi ke Bentuk Lebih Mematikan
Getty Images
Health
Pandemi Virus Corona

WHO menjelaskan sejauh ini tak ada mutasi berbahaya yang terjadi pada virus Corona penyebab COVID-19. Namun ini tak berarti virus mulai kehilangan sifat mematikannya.

WowKeren - Pandemi virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda walau sudah hampir setengah tahun berlalu sejak pertama kali merebak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ilmuwan terus melakukan berbagai penelitian demi menuntaskan wabah ini.

Salah satu yang diteliti adalah perihal mutasi virus Corona penyebab COVID-19. Namun beruntungnya ternyata virus SARS-CoV-2 itu tidak bermutasi ke bentuk yang lebih infeksius maupun mematikan.

Kepala Unit Wabah dan Penyakit Zoonosis WHO, Dr. Maria Van Kerkhove membenarkan adanya mutasi pada virus yang menyerang sistem pernapasan itu. Hanya saja mutasi yang terjadi tergolong "normal" dan berkembang sesuai ekspektasi.

Pernyataan Van Kerkhove ini pun dibenarkan oleh Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Dr. Mike Ryan. "Semua virus berevolusi. Mereka bisa berevolusi ke satu arah, atau bisa ke berbagai arah," jelas Ryan, Rabu (3/6).


"Tapi sampai saat ini, sepengetahuan saya, kami tidak menemukan adanya perubahan signifikan pada perilaku virus," imbuh Ryan, seperti dilansir dari CNBC. "Atau dalam susunan materi genetiknya yang berpotensi menyebabkan virus berubah sifat, termasuk dari segi penularan maupun tingkat mematikannya."

Lebih lanjut, Ryan menjelaskan bahwa materi genetik berupa RNA di dalam virus menyebabkan mikroba itu begitu mudah bermutasi namun acapkali berakhir dengan kematian sendiri. Namun ada pula mutasi yang menyebabkan virus menjadi tidak terlalu infeksius karena berusaha beradaptasi supaya bisa hidup di dalam tubuh inang.

"Sebenarnya virus tidak pernah berniat menyebabkan penyakit," tutur Ryan. "Virus-virus itu hanya ingin bertahan hidup."

Di sisi lain, Van Kerkhove menjelaskan mutasi yang terjadi pada virus Corona masih tergolong terkendali. Namun hal ini tak berarti virus Corona mulai tidak berbahaya, seperti yang sempat dikemukakan oleh seorang dokter senior di Italia.

"Wabah ini masih jauh dari kata selesai," tegas Van Kerkhove. Ia pun berpesan agar setiap masyarakat tidak mengurangi kewaspadaan mereka terhadap virus Corona karena pada fase itulah penyakit bisa dengan mudah menjangkit.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts