Pembukaan Sekolah Masih 'Digantung', Serikat Guru Minta Mendikbud Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hingga saat ini pemerintah masih menggantung terkait rencana pembukaan sekolah. Oleh karena itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Mendikbud Nadiem untuk segera memberi kepastian.

WowKeren - Pemerintah telah mulai memasuki fase normal baru (new normal) di tengah pandemi corona (COVID-19). Pada fase ini pemerintah akan kembali menggerakkan roda perekonomian negara.

Tak hanya itu, beredar kabar yang menyebutkan jika sekolah akan dibuka lagi dalam waktu dekat lantaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dilaksanakan pada Juli mendatang.


Namun, wacana untuk membuka kembali sekolah ini masih menjadi pro dan kontra di sejumlah kalangan. Namun, adapula yang meminta agar Kemendikbud memberikan kepastian terkait persoalan tersebut.

Seperti Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang menagih Mendikbud Nadiem Makarim terkait pembukaan sekolah. "Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?" ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim melalui keterangan pers dikutip Jumat (5/6).

Satriwan mengatakan pihaknya menunggu keputusan Mendikbud terkait ini. Pasalnya beberapa daerah sudah menyatakan sikap soal jalannya pendidikan di tengah pandemi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya belum ada rencana untuk membuka sekolah tahun ini. Sedangkan Pemerintah Kota Bukittinggi sempat menyatakan rencana bakal membuka sekolah pertengahan Juli dengan sejumlah ketentuan.

"Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemdikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan," kata Satriwan. "Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah."

Ia menilai pembukaan sekolah tanpa koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan koordinasi pusat bisa membahayakan warga sekolah. Terlebih jika pembukaan sekolah, lanjutnya, tidak dibarengi dengan dukungan infrastruktur seperti masker, hand sanitizer, wastafel sampai alat pelindung diri.

Jika tidak ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Satriwan mempertanyakan sumber anggaran untuk mendukung infrastruktur sekolah. "Kami para guru, orang tua, siswa cemas. Belum ada keputusan yang jelas dari Kemdikbud, apakah perpanjangan PJJ atau membuka sekolah dengan protokol kesehatan di zona hijau?" ungkapnya.

FSGI sendiri menilai perpanjangan PJJ sebaiknya jadi pilihan pemerintah demi keselamatan warga sekolah. Namun keputusan ini harus dibarengi dukungan infrastruktur dan pelatihan guru untuk PJJ.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts