Pendeta Sindir Trump Saat Pimpin Penghormatan Terakhir George Floyd, Undang Tawa Ratusan Pelayat
Dunia

Pendeta sindir Presiden AS Donald Trump saat memberikan doa penghormatan terakhir bagi George Floyd. Sindiran tersebut langsung mengundang tawa dari ratusan pelayat.

WowKeren - Kematian George Floyd di tangan polisi telah memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS). Kini, ratusan orang menghadiri upacara meningkatkan penghormatan terakhir untuk George Floyd di Kapel North Central University, Minneapolis, AS pada Kamis (4/6) waktu setempat.

Dalam momen ini, pendeta sekaligus aktivis hak asasi manusia (HAM) Al Sharpton membuka upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Floyd. Sharpton turut menyindir Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya yang membuat ratusan pelayat tertawa.

Rupanya, Sharpton menyinggung lawatan Trump ke Gereja Episkopal St. John, Washington pada awal pekan ini. Gereja St. John, Washington terletak di seberang Lafayette Park yang menghadap langsung ke Gedung Putih.

Gereja itu juga telah menjadi titik panas aksi demonstrasi warga AS yang memprotes adanya unsur rasisme yang menyebabkan Floyd tewas. Saat mengunjungi gereja tersebut, Trump rupanya hanya meninjau dan mengambil beberapa foto sambil berpose memamerkan Alkitab di tangannya.

Sharpton pun mengakui selama hidupnya sebagai pendeta, ia belum pernah melihat seseorang memamerkan Alkitab seperti yang dilakukan Trump. Pernyataan itu langsung mengundang tawa dari ratusan pelayat yang hadir, termasuk keluarga dan kerabat Floyd.


”Saya melihat seseorang berdiri di depan gereja sambil memegang Alkitab di tangannya,” sindir Sharpton seperti dilansir dari MSNBC, Jumat (5/6). “Semasa hidup saya selalu hidup dan dekat dengan seorang pengkhotbah, tapi saya tidak pernah melihat orang memegang Alkitab seperti itu (Trump).”

”Namun, saya biarkan dia begitu,” sambungnya. “Karena ia (Trump) memegang Alkitab-dan saya berharap dia sedang menonton kita di sini. Saya meminta dia membaca Alkitab itu.”

Pose Trump dalam memamerkan Alkitab dan meninjau gereja tersebut memang telah mendapatkan banyak kecaman. Pasalnya disaat bersamaan, para demonstran yang tengah melakukan protes secara damai diusir oleh polisi dengan menggunakan gas air mata, semprotan merica, hingga peluru karet.

Trump pin dinilai tidak peduli dengan kematian Floyd dan banyaknya sikap rasisme yang sering terjadi di tengah masyarakat Amerika. Pendeta Sharpton lantas meminta Trump sebagai pemimpin AS bisa lebih peka dengan keadaan yang terjadi saat ini.

”Anda harus tahu tempat dan waktu, pertama-tama, kita tidak boleh menggunakan Alkitab sebagai properti,” tegas Sharpton. “Dan bagi mereka yang memiliki agenda selain untuk menegakkan keadilan, keluarga ini tidak akan membiarkan Anda menggunakan George sebagai properti.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts