Wali Kota Temecula di Calfornia Selatan, AS, James Stewart mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (4/6) lalu. Hal ini dikarenakan e-mail kontoversialnya yang diduga rasis terhadap kasus kematian George Floyd.
- Nidya Putri
- Sabtu, 06 Juni 2020 - 13:48 WIB
WowKeren - Wali Kota Temecula di Calfornia Selatan, Amerika Serikat (AS), mengundurkan diri dari jabatannya. Alasannya mengundurkan diri terkait kontroversi e-mail yang isinya dinilai rasis soal pembunuhan warga kulit berwarna oleh polisi. E-mail ini menjadi sorotan di tengah maraknya aksi memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi usai kematian George Floyd.
Dilansir Associated Press, Sabtu (6/6), dalam e-mail kontroversial itu, Wali Kota Temecula, James Stewart, menyatakan dirinya tidak 'meyakini bahwa ada orang kulit berwarna yang baik yang dibunuh oleh polisi'. Dia membahas hal ini dalam konteks secara lokal di wilayah Temecula.
Stewart sendiri telah meminta maaf terkait persoalan e-mail tersebut pada Kamis (4/6) waktu setempat. Ia menegaskan dirinya tidak bermaksud menggunakan kata 'baik' dalam pesannya itu. Diakui Stewart bahwa dirinya penderita disleksia dan memakai aplikasi voice text saat mengirimkan pesan e-mail itu pada Selasa (2/6) malam.
Ia mengakui dirinya tidak menyadari adanya kata tambahan 'baik' dalam emailnya itu. "Sangat disayangkan, saya tidak meluangkan waktu untuk mengoreksi apa yang saya rekam. Saya sama sekali tidak mengatakan itu," katanya.
"Apa yang saya katakan adalah dan saya tidak percaya ada orang dengan kulit berwarna yang dibunuh polisi, dalam konteks di Temecula atau Riverside County," imbuhnya dalam pembelaannya. "Saya sama sekali tidak mengatakan kata 'baik'. Saya tidak tahu bagaimana kata itu bisa muncul."
Dituturkan Stewart bahwa e-mail itu merupakan balasan kepada seseorang 'yang khawatir soal polisi kita dan pelatihan kepekaan mereka'. Adanya kontroversi tersebut, Otoritas Kota Temecula dalam keterangan pers pada Kamis (4/6) malam mengumumkan bahwa Stewart mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota dan dari Dewan Kota.
Stewart sendiri diketahui terpilih menjadi Wali Kota Temecula sejak tahun 2016. "Anda memiliki hak untuk terluka dan tersinggung. Kesalahan ketik dari saya dan respons spontan saya soal e-mail membahas topik serius telah menambah luka pada saat masyarakat kita dan negara kita menderita," ujar Stewart dalam keterangan terbarunya.
(wk/nidy)