Diwawancarai Media Asing Soal PSBB Transisi, Anies Sebut Emergency Brake Jadi Opsi Terakhir
Nasional

Seperti diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB transisi menuju fase new normal sejak Jumat (5/6). Berbeda dari sebelumnya, ada sejumlah kelonggaran di PSBB kali ini.

WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sejak Jumat (5/6) lalu. Berbeda dari PSBB sebelumnya, di masa transisi ini lebih banyak kelonggaran yang diberikan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui jika pandemi COVID-19 masih menjadi fokus pemerintah saat ini. Namun, hal itu tidak separah dua bulan sebelumnya, Maret dan April. Ia mengakui jika Jakarta belum sepenuhnya aman dari ancaman virus ini.

"Kami masih belum bisa mengatakan jika Jakarta sudah aman, sehat dan produktif" kata Anies saat diwawancarai oleh media asing asal Qatar, Aljazeera. "Namun kita sedang menuju ke arah itu."

Terkait masa transisi menuju ke fase new normal, Anies menyatakan jika Pemprov sangat berhati-hati. Jika jumlah kasus positif corona dan angka kematian melonjak di Ibu Kota, maka Anies akan mengambil langkah emergency brake.


"Kami tidak ingin melihat adanya kasus, pasien, atau kematian baru," lanjut Anies menjelaskan. "Jika angka-angka itu tiba-tiba melonjak ke level yang mengkhawatirkan kami, maka kami akan menarik remnya."

Dikatakannya, emergency brake ini adalah opsi terakhir yang akan diambil oleh Pemprov. Untuk mengupayakan agar fase transisi ini berhasil maka Pemprov akan melakukan pengawasan setiap harinya.

"Periode transisi tidak bisa disikapi begitu saja, melainkan harus bekerja keras," ujar Anies. "Kami memonitor pelaksanaannya setiap hari, dan kami ingin masa transisi ini berjalan dengan lancar. Emergency brake adalah upaya terakhir kami."

Emergency brake sendiri telah disampaikan sejak awal pengumuman PSBB transisi. Jika selama penerapan PSBB transisi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, maka kebijakan ini akan diambil. Jika kebijakan ini diambil, artinya semua sektor yang semula dibuka 50 persen, harus kembali ditutup dan pelaksanaan PSBB kembali dilakukan secara penuh.

Terkait pelaksanaan tes massal yang dinilai sebagai kunci menekan penyebaran COVID-19, Anies berharap untuk bisa menggelar tes sebanyak 20 ribu tes per hari. "Lab kami dibuat untuk riset bukan untuk menangani pandemi tetapi kami akan menyesuaikan diri."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait