Pemerintah mengonfirmasi sebanyak 1.043 kasus positif Corona baru pada Selasa (9/6). Ini pertama kalinya Indonesia melaporkan sampai seribu kasus sehari sejak perdana dikonfirmasi pada Maret lalu.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 Juni 2020 - 16:33 WIB
WowKeren - Perkembangan wabah virus Corona di Indonesia kembali mencatatkan rekor baru yang mengejutkan. Sebab hari ini, Selasa (9/6), tercatat ada 1.043 kasus positif baru yang dikonfirmasi oleh pemerintah.
Angka ini jelas tak bisa dianggap remeh sebab untuk pertama kalinya sejak dikonfirmasi perdana pada 2 Maret 2020 lalu kasus harian Indonesia mencapai ribuan. Dengan demikian total ada 33.076 pasien positif COVID-19.
Dengan 33.076 pasien positif Corona, Indonesia kini berada di posisi ke-32 negara dengan jumlah kasus positif terbanyak di dunia. Di tingkat Asia Tenggara Indonesia berada di urutan kedua, nyaris menyusul Singapura yang berada di posisi ke-29 dunia.
Pada kesempatan yang sama, turut disampaikan pula soal jumlah pasien sembuh yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Yakni mencapai 510 orang sembuh sehingga totalnya mencapai 11.414 pasien.
"Adapun pasien positif Corona yang meninggal bertambah 40 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Selasa (9/6). "Sehingga total menjadi 1.923."
Terkait penyebarannya, diketahui wabah sudah "merata" ke 34 provinsi dan 422 kabupaten/kota. Hanya 8 provinsi yang mencatatkan nol kasus dalam sehari ke belakang, sedangkan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan tambahan kasus tertinggi.
DKI Jakarta mengonfirmasi sebanyak 232 warganya positif COVID-19 sehingga total mencapai 8.335 orang, sementara Jatim mencatatkan ada 220 pasien positif baru sehingga total akumulatifnya mencapai 6.533 orang. Padahal saat ini kedua provinsi sudah mulai memasuki masa transisi dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke era new normal.
Seperti diketahui, DKI Jakarta mulai memberlakukan PSBB transisi sejak pekan lalu. Harapannya sektor perekonomian bisa perlahan dibuka kembali sembari tetap mempraktekkan berbagai protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penularan. Namun nyatanya justru terjadi lonjakan kasus positif harian.
Sementara pemerintah Surabaya Raya memutuskan untuk tak memperpanjang pelaksanaan PSBB meski kurva perkembangan wabah belum terkendali. Situasi ini pun menuai tanggapan miring dari Pengamat Hukum dan HAM Universitas Airlangga, Herlambang P, yang menilai ada pelanggaran hak hidup masyarakat di balik kebijakan tersebut.
(wk/elva)