Masyarakat baru-baru ini mengeluh tagihan listrik yang mereka terima membengkak, bahkan sampai 9 kali lipat. Kemenko Kemaritiman dan Investasi pun angkat bicara soal ini.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Juni 2020 - 13:18 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona, yang memaksa adanya penyesuaian terhadap aktivitas masyarakat termasuk bekerja dari rumah alias work from home, ternyata berdampak bagi pengeluaran bulanan. Sebab masyarakat merasa tagihan listrik mereka membengkak bahkan sampai 9 kali lipat.
Keluhan ini pun sudah sampai ke telinga pemerintahan dan baru-baru ini mendapatkan respons positif. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang digawangi oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mengaku siap menurunkan tim investigasi untuk memeriksa setiap aduan masyarakat.
"Biar fair, gini saja deh," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (9/6). "Kami di sini akan kirim tim untuk menginvestigasi kalau ada laporan dari masyarakat."
Namun seperti disebutkan, syarat utama untuk mendapatkan layanan ini adalah apabila ada aduan dari masyarakat. Oleh karena itu, Yudhi juga mendorong masyarakat untuk mengadukan pembengkakan tagihan yang terjadi lewat surel ke Kemenko Kemaritiman dan Investasi.
"Jadi Kemenko Kemaritiman dan Investasi membuka dan siap menerima masukan dan pengaduan bidang energi," kata Yudhi, seperti dilansir dari Kompas, Rabu (10/6). "Melalui email [email protected]."
Yudhi juga memastikan pihaknya siap memberikan peringatan apabila ditemukan adanya upaya manipulasi data tagihan listrik pelanggan oleh PLN. "Tapi kalau ada yang melanggar dan PLN main-main, kita akan peringatkan keras supaya memperlakukan konsumen dengan baik," tegas Yudhi.
Di sisi lain, PLN pun telah memberikan klarifikasi sekaligus solusi untuk menanggapi keluhan yang ada. Salah satunya dengan meminta masyarakat mengunduh aplikasi PLN Mobile demi bisa memantau penggunaan listrik serta melakukan pengaduan.
Dengan mengunduh PLN Mobile, pelanggan bisa mendapatkan informasi tagihan listrik per bulan secara rinci, mulai biaya yang harus dibayar hingga pemakaian listrik dalam kWh meter. Aplikasi ini juga akan menampilkan tagihan listrik 12 bulan terakhir.
Sementara itu PLN menduga pembengkakan tagihan listrik diakibaykan oleh naiknya konsumsi masyarakat yang banyak beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19. Selain itu juga karena PLN pernah menggunakan metode rerata 3 bulan penggunaan listrik untuk menentukan besaran tagihan.
(wk/elva)