Alasan Pemerintah Izinkan Penerapan New Normal di Zona Merah Corona Terungkap
Nasional

Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid- 19 Wiku Adisasmito, mengungkapkan pertimbangan utama pemerintah dalam menerapkan kebijakan new normal di suatu daerah.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui akan menerapkan new normal alias tatanan hidup baru di tengah pandemi corona. Nantinya, wilayah yang termasuk dalam zona merah corona juga masih bisa membuka sejumlah sektor kala new normal.

Menurut Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid- 19 Wiku Adisasmito, salah satu pertimbangan utama pemerintah terkait kebijakan ini adalah faktor ekonomi. Keputusan penerapan new normal di suatu daerah juga akan didasarkan pada aktivitas ekonominya, meski setiap wilayah telah diberi zonasi warna sesuai status penularan corona.

Wiku menjelaskan bahwa suatu daerah yang menjadi zona merah namun memiliki dampak ekonomi rendah akan diberi rekomendasi penutupan sementara. "Sedangkan apabila dampak ekonominya tinggi meskipun daerahnya merah, bisa dibuka untuk sektor-sektor yang esensial. Asal tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," jelas Wiku di Kantor Pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Rabu (10/6) hari ini.

Hal ini juga berlaku bagi daerah yang berstatus zona hijau. Jika daerah tersebut memiliki dampak ekonomi tinggi, maka otomatis kegiatan di daerah tersebut dijalankan secara normal. "Penerapan protokol kesehatan tetap kunci utamanya," terang Wiku.


Lebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa sektor ekonomi memang dibuka terlebih dahulu selama pandemi corona ini. Apabila pembukaan kembali sektor ekonomi ini berjalan baik, maka pemerintah disebut akan mulai dapat membuka sektor selanjutnya.

Selain itu, Wiku juga menyatakan bahwa pencegahan dan penanganan kasus COVID-19 tidak bisa berjalan sendiri. Tak hanya menambah upaya pencegahan dan pelacakan kasus-kasus baru, pemerintah juga harus mematikan bahwa ekonomi dalam negeri tidak mati.

"Untuk itu supaya tidak terpapar oleh Covid-19 dan supaya tidak terkapar oleh PHK (pemutusan hubungan kerja)," pungkas Wiku. "Dua hal ini harus berjalan paralel."

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengaku akan membuka sektor pendidikan belakangan. "Adapun pendidikan, karena risikonya tinggi adalah bagian terakhir," jelas Doni pada hari ini.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait