Imbas kasus ini, wali kota Atlanta juga meminta penghentian tugas bagi polisi yang terlibat pada penembakan yang berujung kematian seorang warga kulit hitam di restoran cepat saji pada Jumat lalu.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 15 Juni 2020 - 09:35 WIB
WowKeren - Kepala Polisi Atlanta, Erika Shields, akan mundur dari jabatannya setelah bawahannya menembak tewas warga kulit hitam pada Jumat (12/6) malam lalu. Kabar ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms.
Dalam keterangannya, Bottoms mengatakan itu adalah keputusan Shields sendiri, dan dia akan menunjuk Rodney Bryant sebagai Pelaksana tugas Kepala Polisi Atlanta selanjutnya. Bukan hanya itu, Bottoms juga meminta penghentian tugas bagi polisi yang terlibat pada penembakan yang berujung kematian seorang warga kulit hitam di restoran cepat saji Atlanta pada Jumat lalu.
Dilansir dari CNN pada Senin (15/6), insiden ini bermula saat warga kulit hitam bernama Raysard Brooks ditembak seorang polisi di tempat parkir restoran cepat saji, Wendy's, Atlanta pada malam itu. Sementara itu Biro Investigasi negara Bagian Georgia (GBI) mengatakan telah melakukan investigasi, dan salah satunya memeriksa rekaman video pengawas yang menunjukkan peristiwa penembakan tersebut.
Insiden itu sendiri terjadi sekitar pukul 22.33 waktu setempat saat polisi menerima laporan pengaduan mengenai seorang pria yang tidur di tempat parkir mobil khusus drive-thru di restoran tersebut. Polisi yang bertugas lalu melakukan protokol pengujian sobriety (dugaan konsumsi berlebihan alkohol atau obat-obatan) terhadap Brooks. GBI mengatakan dalam uji tersebut, Brooks menolak untuk ditahan serta melawan petugas.
Kemudian pada Sabtu (13/6), Direktur GBI Vic Reynolds mengatakan departemennya telah memeriksa rekaman video pengawas juga memeriksa video-video viral di media sosial yang menunjukkan peristiwa penembakan itu secara utuh.
Rekaman video pengawas itu menunjukkan Brooks berusaha lari dari petugas yang akan menahannya. Berdasarkan video tersebut, Brooks lari sekitar lima hingga tujuh ruang parkir mobil sebelum berbalik dan mengarahkan Taser atau senjata kejut listrik ke arah polisi.
"Pada titik tersebut, petugas Atlanta merunduk dan mengambil senjata dari sarungnya, melepas, dan menembak Tuan Brooks di tempat parkir itu dan dia terjatuh," ujar Reynolds. Brooks lalu dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak terselamatkan.
Decatur Redd, salah satu kerabat Brooks mengatakan, "Saya telah melihat ini semua di internet, dari keseluruhan tentang situasi George Floyd telah membuat kami bersama melakukan ini, dan ini terjadi di depan kami sendiri dengan sepupu kecil saya (sebagai korban)," ujarnya.
Kematian Brooks sendiri sudah tentu menjadi rangkaian dari aksi protes anti-rasialisme yang dipicu atas kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. Aksi antirasialime yang kemudian menjalar ke seluruh Amerika Serikat, bahkan kini sudah menjadi global.
(wk/luth)