Abaikan Tudingan Tiongkok Soal Rasisme, Australia Izinkan Mahasiswa Asing Masuk Lagi Mulai Juli
Reuters
Dunia

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tiongkok memperingatkan mahasiswanya untuk tak kembali ke Australia karena isu rasisme dan diskriminasi terhadap orang Asia selama pandemi corona.

WowKeren - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, memperkirakan mahasiswa asing akan mulai kembali ke negeri Kanguru tersebut pada Juli mendatang. Pernyataan Morrison disampaikan di tengah ketegangan antara Australia dan Tiongkok terkait diskriminasi dan rasisme terhadap orang Asia akibat pandemi virus corona.

Dilansir dari CNN pada Senin (15/6), Morrison mengatakan pelajar asing diizinkan datang kembali ke Australia untuk melanjutkan studi di sana. Kendati demikian, karantina dan protokol keamanan lain masih harus dilakukan demi kepentingan bersama.

"Ini (studi) adalah sesuatu yang saya yakin kita semua akan melihatnya terjadi lagi, tetapi itu harus dilakukan dengan pengaturan karantina dan biosekuriti yang sesuai dan semua masalah tersebut sedang ditangani," kata Morrison.

Seiring dengan dimulainya masa studi, Perdana Menteri Australia itu pun memperkirakan untuk membuka kembali perbatasan dengan pada Juli mendatang. Pembukaan tersebut belum berlaku untuk negara bagian Australia Barat.

Pernyataan Morrison ini sekaligus menjawab tudingan Tiongkok yang memperingatkan mahasiswanya untuk tak kembali ke Australia karena isu rasisme dan diskriminasi. "Australia menyediakan produk pendidikan dan pariwisata terbaik di dunia, kemampuan warga negara Tiongkok untuk dapat memilih datang ke Australia (telah) menjadi keputusan substansial mereka, dan saya sangat yakin dengan daya tarik produk kami," tutur Morrison.


Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tiongkok mengatakan bahwa siswa yang bersiap untuk belajar di Australia harus melakukan penilaian risiko yang baik dan berhati-hati. Mereka menyebut ada banyak insiden diskriminasi terjadi selama pandemi virus corona (COVID-19) di Australia.

"Selama pandemi, Australia telah menyaksikan banyak insiden diskriminasi yang menargetkan orang-orang keturunan Asia," ujar Kementerian Pendidikan Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

Siswa luar negeri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kelangsungan hidup banyak universitas Australia. Sebuah analisis yang baru-baru ini dilakukan oleh dua akademisi Universitas di Melbourne menemukan bahwa tujuh universitas Australia mengalami risiko tinggi dan dapat menghadapi krisis uang tunai sebagai akibat dari penurunan pendapatan dari mahasiswa internasional.

Peringatan dari Tiongkok ini datang setelah hubungan antara Tiongkok dan Australia makin merenggang usai kisruh penyelidikan corona. Kisruh antara kedua negara ini bermula saat Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, sebelumnya mendorong adanya penyelidikan menyeluruh atas asal-usul pandemi COVID-19, termasuk upaya awal penanganan yang dilakukan Tiongkok di kota Wuhan.

Kendati demikian, Morrison mengatakan bahwa Australia tidak akan terintimidasi meskipun mendapatkan boikot ekspor dari mitra dagang terbesar mereka itu. "Kami negara perdagangan terbuka, kawan, tapi saya tidak akan memperdagangkan nilai-nilai kami untuk merespons koersi dari mana pun itu," kata Morrison.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait