Aksi heroik seorang pria kulit hitam, Patrick Hutchinson saat menolong pria kulit putih yang terkapar dalam kerusuhan Black Lives Matter di London baru-baru ini menjadi sorotan dunia.
- Nidya Putri
- Selasa, 16 Juni 2020 - 13:10 WIB
WowKeren - Gerakan anti rasisme beberapa waktu terakhir semakin gencar dilakukan. Demonstrasi yang dinamai Black Lives Matter tersebut mencuat usai kasus kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd di tangan polisi Minneapolis, Amerika Serikat.
Aksi demo tersebut tak hanya dilakukan di Negeri Paman Sam saja, namun di sejumlah negara di dunia. Salah satunya adalah Inggris.
Namun, dalam aksi demo tersebut, nampak pemandangan yang tak biasa. Pasalnya, salah seorang peserta demo yang merupakan pria kulit hitam terlihat membawa pria kulit putih yang tengah terluka dan membawanya ke tempat aman di tengah kerusuhan demo tersebut.
Adalah Patrick Hutchinson yang melakukan aksi heroik tersebut. Tindakan tanpa pamrihnya tersebut lantas menjadi sorotan seluruh dunia.
Dilansir CNN, Hutchinson mengaku jika peristiwa yang terjadi pada Minggu lalu adalah aksi Black Lives Matter yang ia hadiri pertama kali dalam hidup. Para pendemo turun ke jalanan London demi menyerukan reformasi polisi setelah kematian orang kulit hitam di tangan polisi. Kematian yang dimaksud adalah kasus George Floyd di Minneapolis dan Rayshard Brooks di Atlanta.
"Fokus saya yang sebenarnya adalah menghindari bencana, tiba-tiba narasinya berubah menjadi 'Black Lives Matters, Youngsters Kill Demonors'. Itulah pesan yang kami coba hindari, "kata Hutchinson.
Namun, Hutchinson tak menyangka akan membantu orang berkulit putih di tengah kerusuhan demo tersebut. Ia pun mengatakan jika alasan utamanya untuk menolong adalah demi menghindari bencana. Awalnya, ia melihat pria kulit putih tersebut tengah berbaring di beberapa tangga dalam posisi janin yang dikelilingi oleh para pengunjuk rasa.
Hutchinson mengaku, pada saat itu ia tak memikirkan apakah pria yang ditolongnya adalah orang yang menentang aksi demo pun berprasangka buruk. Ia hanya berusaha menolong pria tersebut dari kerumunan demonstran dan memindahkan ke tempat aman.
"Saya tidak tahu siapa pria ini. Yang saya tahu adalah dia ada di sana, sampai tidak baik, katakan saja," kata Hutchinson kepada CNN. "Dia tidak di sini untuk mendukung Black Lives Matter."
Lebih lanjut, Hutchinson menceritakan bahwa saat melihat pria tersebut terkapar, ia dan teman-temannya membentuk barisan di sekelilingnya. Kemudian Hutchinson membawa pria kulit putih itu untuk diserahkan kepada polisi agar segera ditangani.
Ketika mereka sedang berbaris, pria itu masih bisa merasakan orang-orang berusaha untuk memukulnya, kata Hutchinson. "Saya menggendongnya, teman-teman saya melindungi diri saya dan lelaki di bahu saya. Dia masih menerima pukulan, Anda bisa merasakan orang-orang berusaha memukulnya," ungkapnya.
"Ada orang yang mencoba melindunginya pada saat yang sama membawanya ke polisi dan saya katakan ini dia. Salah satu dari mereka lantas mengucapkan 'terima kasih - kau sudah melakukan hal yang baik'," sambungnya.
Hutchinson menghadiri aksi protes tersebut karena "sejarah sedang dibuat," katanya, dan itu "tidak punya otak" untuk mendukung penyebabnya. Dia menambahkan bahwa dia ingin mendobrak hambatan ras dan bagi orang-orang untuk menyadari, "kita semua adalah satu ras."
"Saya ingin melihat kesetaraan untuk semua orang. Saya seorang ayah, kakek dan saya akan senang melihat anak-anak muda saya, cucu-cucu muda saya, keponakan perempuan saya, keponakan saya memiliki dunia yang lebih baik daripada yang pernah saya jalani," kata Hutchinson. "Dunia tempat saya tinggal lebih baik daripada kakek nenek dan orang tua saya dan mudah-mudahan kita dapat melanjutkan sampai kita memiliki kesetaraan total untuk semua orang."
Hutchinson sendiri mengaku senang apabila orang-orang melihat aksi heroiknya tersebut sebagai salah satu dari umat manusia dan bahwa orang-orang di seluruh dunia dapat belajar darinya, terutama petugas kepolisian di AS. "Hanya karena seseorang yang tidak baik, tidak berarti kamu harus membunuh mereka," katanya.
(wk/nidy)