Desakan Adik George Floyd Untuk PBB: Bangun Komite Independen Usut Pembunuhan Warga Kulit Hitam
Dunia

Adik kandung George Floyd, Philonise mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk komisi independen untuk menyelidiki pembunuhan warga kulit hitam yang dilakukan oleh polisi selama ini.

WowKeren - Kasus diskriminasi dan rasisme yang dialami oleh sejumlah warga kulit hitam masih menjadi topik bahasan di seluruh dunia. Hal ini dipicu oleh kematian George Floyd yang disebabkan oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Kematian Floyd pun menggerakan massa di seluruh dunia untuk melakukan aksi demonstrasi yang membawa perubahan terutama di sektor kepolisian. Tak cukup sampai di situ, adik kandung Floyd, Philonise pun turut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk komisi independen untuk menyelidiki pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi.

Hal ini dikarenakan, sang kakak yang sempat dituduh menggunakan uang palsu sebelum mengalami tindak kekerasan yang merenggut nyawanya. "Kalian memiliki kekuatan untuk membantu kami mendapatkan keadilan, bagi saudara saya," ujarnya dilansir AFP, Kamis (18/6). "Saya meminta kalian untuk membantunya."

"Saya meminta kalian untuk membantu kami, orang kulit hitam di Amerika Serikat," sambungnya. "Saya harap kalian akan mempertimbangkan untuk membentuk komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki pembunuhan polisi terhadap orang kulit hitam di Amerika, dan kekerasan terhadap aksi perdamaian para pengunjuk rasa."


Tak hanya di AS, kematian Floyd memicu gelombang protes dunia atas kebrutalan dan tindak diskriminasi polisi, khususnya terhadap warga kulit hitam. Pasalnya, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di AS.

Philonise juga mengecam tindakan polisi yang menggunakan kekerasan menghadapi para demonstran. Philonise menyesali kejadian demonstran yang mengalami kerusakan mata dan terluka akibat peluru karet.

"Ketika orang-orang berani mengangkat suara dan memprotes kepergian saudara saya, mereka justru malah dilukai dengan gas air mata, ditabrak kendaraan polisi," katanya. "Ketika orang-orang mengangkat suara mereka untuk memprotes perlakuan terhadap orang kulit hitam di Amerika, mereka justru dibungkam. Mereka ditembak dan dibunuh."

Philonise mengingatkan saudaranya adalah salah satu dari banyak pria dan perempuan berkulit hitam yang telah dibunuh oleh polisi. "Cara kalian melihat kakak saya disiksa dan dibunuh di kamera adalah cara orang kulit hitam diperlakukan oleh polisi di Amerika," tutup Philonise.

Sementara itu, eks polisi Minneapolis yang menjadi tersangka utama kasus pembunuhan George Floyd, Derek Chauvin telah mendapat dakwaan berat berupa hukuman penjara sampai 40 tahun. Meski begitu, Chauvin bisa menangguhkan penahanannya selama sidang apabila membayar jaminan sebesar USD 1 juta atau setara Rp 13,8 miliar apabila ingin dibebaskan dengan syarat, atau USD 1,25 juta yang setara dengan Rp 17,2 miliar apabila ingin dibebaskan tanpa syarat.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait