Jefri Nichol membagikan pendapatnya soal pandangan masyarakat kepada pemakai narkoba yang selalu negatif. Jefri juga memberikan pendapat soal hukuman yang sesuai untuk para pengguna narkoba.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 19 Juni 2020 - 16:37 WIB
WowKeren - Jefri Nichol harus terjerat kasus narkoba di saat kariernya di dunia hiburan sedang berada di puncak. Satu tahun lalu, Jefri ditangkap atas kepemilikikan dan pemakaian ganja dan menjalani rehabilitasi selama 7 bulan.
Pernah menjalani hukuman di penjara, Jefri Nichol pun menceriakan dampak yang ia rasakan. Dilansir dari Detik.com, Jefri berpendapat bahwa hukuman penjara tidak menimbulkan efek jera untuk pengguna narkoba.
"Menurut saya, para pengguna sebenarnya lebih membutuhkan bimbingan yakni rehabilitasi, bukan sanksi penjara. Sanksi pidana menurut saya tidak menimbulkan efek jera," ungkap Jefri Nichol. "Berdasarkan penelitian tentang efektivitas penerapan pidana kurungan pada pelaku penyalahgunaan narkoba bukannya menimbulkan efek jera. Para pengguna kemungkinan bisa saja melakukan perbuatan yang sama setelah keluar nanti karena kurang bimbingan di dalam lapas."
Setelah tertangkap karena narkoba, Jefri Nichol mengatakan seorang pemakai membutuhkan bantuan untuk pemulihan. Jefri tidak setuju jika para pengguna narkoba yang tertangkap malah dikriminalisasi.
"Bagi penyalahgunaan narkotika, mereka butuh dukungan untuk pulih, butuh wadah yang benar, dan sungguh-sungguh pemulihannya," jelas pemeran tokoh utama dalam film "Dear Nathan" itu. "Intinya siapapun orang yang mempunyai masalah tentang penyalahgunaan zat wajib untuk direhabilitasi bukan dikriminalisasi."
Melihat pemberitaan soal peredaran narkoba di dalam maupun dari dalam penjara, Jefri mengaku miris. Karena stigma yang beredar menganggap bahwa pemakai narkoba adalah salah satu tindakan kriminal berat. Menurut Jefri, jika terus menerus dipandang negatif, para pemakai malah bisa jadi kehilangan jati dirinya.
Para mantan pengguna narkoba yang sudah sembuh bisa saja tetap dikucilkan di masyarakat. Sehingga menyebabkan mantan pemakai kesulitan untuk bergabung kembali dalam kehidupan biasa.
"Menurut saya, tidak seharusnya pesakitan narkoba digembar-gemborkan sebagai penjahat. Karena itu bakal menciptakan stigma masyarakat terhadap si mantan pengguna ini," pungkas Jefri. "Jadi emang nggak tepat kalau ada pengguna digembar-gemborkan dengan masyarakat seakan-akan mereka merugikan masyarakat kayak koruptor atau pembunuh misalnya."
(wk/amel)