Bukan Cuma COVID-19, Terinfeksi Virus Corona Ternyata Juga Sebabkan Penyakit Mematikan Ini
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti menemukan ada potensi infeksi virus Corona, yakni jenis SARS-CoV-2, tak hanya menyebabkan COVID-19 tetapi juga memicu timbulnya penyakit mematikan lain seperti Diabetes Mellitus.

WowKeren - Penelitian untuk mengungkap fakta-fakta di balik virus Corona terus dilakukan. Dan baru-baru ini peneliti menemukan bahwa infeksi virus Corona ternyata tak hanya memicu munculnya COVID-19 tetapi juga penyakit mematikan lain.

Penyakit yang dimaksud adalah Diabetes Mellitus. Penemuan ini jelas bertolak belakang dengan fakta yang kerap diungkap tim medis, bahwa penderita diabetes, baik tipe 1 maupun 2 berpotensi mengalami gejala COVID-19 yang lebih parah ketimbang pasien tanpa penyakit penyerta.

Hal ini diungkap oleh sekelompok peneliti lewat jurnal yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine (NEJM). "Ada hubungan dua arah antara COVID-19 dan diabetes," beber peneliti, seperti dilansir dari Eat This, Not That! HEALTH, Senin (22/6).

"Di satu sisi, diabetes bisa meningkatkan peluang pasien COVID-19 mengalami komplikasi gejala klinis," jelas mereka. "Tapi di sisi lain, jenis diabetes baru dengan komplikasi metabolisme seperti diabetes juga teramati dari pasien COVID-19 (tanpa penyakit penyerta)."


Biasanya komplikasi yang teramati meliputi ketoasidosis diabetes (kondisi tubuh sangat asam karena tinggi kadar keton) sampai hiperosmolaritas. Hal-hal ini biasa teramati di pasien DM, baik tipe 1 maupun 2, dengan atau tanpa COVID-19.

Para peneliti kemudian mengaitkan penemuan mereka ini dengan kasus dari Tiongkok. Kasus COVID-19 itu dialami oleh seorang pria muda sehat yang tak memiliki penyakit penyerta apapun. Namun pasca terinfeksi virus Corona, ia juga ikut mengidap ketoasidosis seperti pasien diabetes mellitus.

Ternyata situasi serupa juga dialami oleh pasien-pasien positif SARS di Tiongkok yang sebagian mengalami diabetes setelah terinfeksi penyakit tersebut. Biasanya diabetes ini dialami selama 3 tahun, namun sekitar 10 persen pasien mengaku terus mengalami diabetes sampai beberapa tahun setelahnya.

Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih dalam terkait kondisi medis ini. Sedangkan terkait diabetes yang dipicu oleh virus Corona, peneliti menyebut bisa saja menyebabkan diabetes tipe 1 (disebabkan kerusakan sel penghasil insulin), tipe 2 (disebabkan resistensi insulin), atau jenis baru.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts