Virus Corona Diklaim Semakin Lemah, Diyakini Bakal Hilang Walau Tanpa Vaksin
Health

Seorang pakar penyakit menular dari Italia menyebut virus Corona penyebab COVID-19 sudah tak seberbahaya dahulu. Bahkan ia menilai bisa saja virus ini hilang tanpa perlu dilawan vaksin.

WowKeren - Masih banyak fakta soal virus Corona penyebab COVID-19 yang belum bisa diungkap oleh peneliti. Alhasil berbagai jenis riset terus dikembangkan, disamping tim medis terus memerhatikan perkembangan tren pasien positif.

Namun ada satu hipotesis baru yang terungkap belakangan ini perihal virulensi atau kemampuan virus Corona menginfeksi. Seorang dokter senior dari Italia menyebut virus Corona saat ini semakin lemah dan bahkan berpotensi "hilang" dengan sendirinya tanpa vaksin.

Profesor Matteo Basseti, Kepala Klinik Penyakit Menular di Poliklinik San Martino, Italia bahkan menganalogikan virus Corona saat ini sudah selayaknya "kucing liar biasa". Pasalnya saat ini virus Corona sudah tak lagi seganas ketika wabah pertama kali merebak.

"Virus ini awalnya seperti harimau yang agresif, pada bulan-bulan Maret dan April, tapi sekarang seperti kucing liar," jelas Bassetti, dikutip dari Telegraph, Selasa (23/6). "Bahkan pasien lansia sekarang, yang sudah 80 atau 90 tahunan, tetap bisa duduk tegak di ranjang dan bernapas tanpa bantuan ventilator. Padahal dahulu pasien seperti ini bisa meninggal dalam hitungan 2 sampai 3 hari."


Melihat tren perkembangan virus yang menurutnya semakin melemah, Bassetti meyakini ada peluang besar COVID-19 bisa pergi sendiri tanpa perlu dilawan dengan vaksin. "Saat ini semakin sedikit orang yang terinfeksi dan mungkin akan tiba masanya virus benar-benar pergi," ungkapnya.

Terkait dengan pelemahan virus ini, Bassetti mengaku belum meneliti lebih dalam. Hanya saja ia menduga itu berkaitan dengan kebiasaan pembatasan aktivitas masyarakat dan kebiasaan jaga jarak yang dilakoni selama wabah meluas.

"Sepertinya saat ini virus sudah bermutasi karena sistem imun kita sudah bereaksi dengan virus tersebut," kata Bassetti. "Makanya sekarang virusnya sudah tak seganas dahulu."

Dalam pernyataannya, Bassetti sempat menyinggung soal antibodi oleh penyintas COVID-19. Padahal baru-baru ini peneliti dari Tiongkok menemukan bahwa tak ada pasien sembuh COVID-19 yang berhasil mengembangkan antibodi terhadap virus Corona.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait