Seorang pemilik kebun durian di Malaysia menjadi viral di media sosial berkat cara kreatifnya saat mengusir pencuri. Pria bernama Roesman ini mencoba memasang dua pocong buatan dan membakar dupa untuk menakuti para pencuri.
- Marina Larasati
- Selasa, 23 Juni 2020 - 16:05 WIB
WowKeren - Sosok pocong di kebun durian mendadak viral di media sosial. Pemilik kebun durian di Malaysia itu curhat buahnya sering dicuri sebelum dipasang pocong tersebut. Tentu saja pocong itu bukan setan betulan, melainkan hanya akal-akalan pemilik kebun untuk menakut-nakuti para pencuri.
Peristiwa pencurian ini tentu sangat merugikan para petani yang sudah susah payah merawat tanamannya. Berbagai cara pun telah dilakukan untuk menghindari pencurian itu. Akhirnya, Roesman memilih ide lain untuk menghindari pencuri, yaitu menakut-nakuti dengan hantu pocong.
Pada akhir Mei lalu, Roesman Budiman membeli beberapa meter kain putih untuk dibentuk layaknya pocong. Ia membuat dua pocong-pocongan dari kardus yang dililit menggunakan kain putih. Kemudian, ia meletakannya di antara semak-semak dan gubuk kosong di areal perkebunan.
"Hantu pocong itu telah berhasil mengurangi hilangnya durian saya dari 10 pohon musim ini. Sebelumnya, kalau saya sedikit terlambat mengambil durian yang jatuh, pencuri akan mengambilnya," ujar Rosman mengutip LineToday, Selasa (23/6).
Tak hanya hantu pocong saja, Rosman juga membakar dupa untuk memberikan efek lebih menyeramkan di malam hari. Asap-asap dan aroma yang dikeluarkan dari dupa ini akan menambah kesan seram. Untuk mempersiapkan semua jebakan itu, Roesman megaku menghabiskan uang Rp 26 ribu.
Tak disangka, caranya ini membuat suasana kebunnya menjadi horor. Namun kocaknya, Roesman sendiri mengaku sering ketakutan dengan jebakan yang ia pasang itu. "Terkadang saya juga jadi ketakutan sendiri ketika mengambil durian sendirian berkat aroma kemenyan tadi," kata Roesman.
Membuat jebakan untuk menakut-nakuti pencuri bukan kali ini saja dilakukan oleh Rosman. Sebelum hantu pocong, Rosman juga pernah menaruh dua boneka harimau di kebunnya, tetapi cara itu tidak efektif. "Saya menghabiskan RM 350 (setara sekitar Rp 1,1 juta) untuk masing-masing patung harimau, tetapi durian saya tetap dicuri," keluhnya.
Sebenarnya, Rosman tidak mempermasalahkan jika si pencuri hanya ingin makan durian. Namun, yang membuatnya kesal adalah ketika si pencuri menjual durian hasil curian dari kebunnya.
"Jika pencuri hanya ingin makan durian, saya tidak keberatan. Tetapi kenyataan bahwa saya kehilangan buah durian begitu banyak, seperti mereka mencuri untuk dijual," pungkas Roesman.
(wk/lara)