Kepala Departemen Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix mengutuk keras aksi penyerangan yang menewaskan salah satu prajurit perdamaian asal Indonesia.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 24 Juni 2020 - 20:44 WIB
WowKeren - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam aksi penyerangan yang menargetkan pasukan Misi Stabilisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (Monusco). Akibat insiden tersebut, satu prajurit RI tewas.
Kepala Departemen Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix mengutuk keras aksi pembunuhan ini. Melalui akun Twitter miliknya, ia menegaskan bahwa kejahatan tersebut harus mendapat hukuman yang setimpal.
"Saya mengutuk keras pembunuhan penjaga perdamaian Monusco asal Indonesia," kata Jean melalui Twitter seperti dikutip, Rabu (24/6). "Dalam serangan pengecut di wilayah Beni kemarin. Kejahatan ini tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman."
Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Indonesia. Tak hanya untuk PBB namun juga demi menjaga perdamaian dunia dengan turun ke medan perang.
"Saya menegaskan kembali terima kasih saya kepada Indonesia," imbuhnya. "Atas dukungan kuatnya untuk PBB dan penjaga perdamaian PBB."
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres turut menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya Serma Rama Wahyudi, yang ditujukan untuk keluarga dan juga pemerintah Indonesia. Apa yang dilakukan oleh pelaku merupakan kejahatan perang. Oleh sebab itu, ia meminta Pemerintah Republik Demokratik Kongo untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya telah mengumumkan berpulangnya Serma Rama Wahyudi. Ucapan ini disampaikan melalui akun Twitter miliknya.
"Duka cita yang mendalam atas berpulangnya Serma Rama Wahyudi," tulis Retno. "Salah satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Kongo."
Atas keberanian Serma di medan perang, Retno memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Senada dengan PBB, ia pun meminta agar otoritas Kongo melakukan investigasi terkait insiden tersebut. Ia berharap agar pelaku dijatuhi hukuman yang seadil-adilnya.
"Penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia," lanjut Retno. "Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan."
(wk/zodi)